BENGKULU, TIRTAPOS.com – Tim Tangkap Buronan (Tabur) Kejaksaan menangkap terpidana korupsi Lim Kiong Hin. Lim Kiong telah masuk daftar pencarian orang (DPO) sejak 2009 lalu atau buron sekitar 13 tahun.

Lim Kiong Hin merupakan Komisaris PT. Sinar Kakap yang terlibat tindak pidana korupsi dalam penyalahgunaan kredit perbankan. Perbuatannya merugikan negara hingga belasan miliar Rupiah.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan RI, Ketut Sumedana, menyebut penangkapan dilakukan pada Senin 28 Maret 2022 pukul 11:15 WIB.

“Tim Tabur Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat dan Tim Tabur Kejaksaan Tinggi Bengkulu berhasil mengamankan Terpidana Lim Kiong Hin selaku Komisaris PT. Sinar Kakap yang merupakan Daftar Pencarian Orang (DPO) asal Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat,” kata Sumedana dikutif dari kumparan.com.

Adapun Kronologi Penangkapan Lim Kiong Hin di Mukomuko.

Tim Tabur Kejati Kalimantan Barat dan Bengkulu berhasil menangkap terpidana korupsi Lim Kiong Hin setalah buron selama 13 tahun. Foto: Kejaksaan RI

Tim Tabur Kejati Kalimantan Barat dan Bengkulu berhasil menangkap terpidana korupsi Lim Kiong Hin setalah buron selama 13 tahun.

Berawal ketika Tim Tabur Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat mendapat informasi soal keberadaan Lim Kiong Hin yang buron sejak tahun 2009.

Informasi yang didapatkan Tim Tabur bahwa Lim Kiong bersembunyi dan tinggal di wilayah Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu.

Kepala Kejati Kalimantan Barat kemudian mengajukan permohonan bantuan kepada Kejati Bengkulu untuk menelusuri keberadaan Lim Kiong.

27 Maret 2022 pukul 07.00 WIB

Tim Tabur Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat yang dipimpin oleh Kasi E Bidang Intelijen, Anggiat Pardede, berangkat dari Pontianak menuju Provinsi Bengkulu. Tim ini dipantau langsung Kepala Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat.

Pada pukul 15.30 WIB

BACA JUGA:  Diduga Tidak Bisa Berenang Santriwati Al Munawaroh Tewas Tenggelam

Tim tiba di Bengkulu dan langsung berkoordinasi dengan Tim dari Kejati Bengkulu.

Setibanya di Bengkulu, mereka menyusun strategi untuk menangkap Lim Kiong Hin yang diperkirakan berada di daerah Kecamatan Ipuh, Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu.

Pada pukul 23.00 WIB

Tim gabungan yang berangkat dari Kota Bengkulu tiba di Kecamatan Ipuh, Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu.

Keberadaan Lim Kiong Hin langsung dicari, tetapi masih belum menemukan keberadaannya.

Hari pun telah berganti, pada Senin 28 Maret 2022 pukul 11.00 WIB. Tim akhirnya mulai menemukan titik terang.

Lim Kiong Hin terdeteksi berada di sekitar Jalan Pasar Ipuh, Desa Medan Jaya, Kecamatan Ipuh, Provinsi Bengkulu.

Tidak perlu waktu yang lama bagi Tim Tabur untuk mendeteksi keberadaan pelaku. pada pukul 11.15 WIB

Lim Kiong Hin ditangkap di sebuah rumah kontrakan yang berada di Jalan Pasar Ipuh, Medan Jaya, Kecamatan Ipuh, Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu.

Setelah ditangkap, ia langsung dibawa ke Kantor Kejaksaan Tinggi Bengkulu untuk diamankan.

Pada hari Selasa Tanggal 29 Maret 2022, DPO dibawa dari Kota Bengkulu menuju Kota Pontianak untuk diserahkan ke pihak Kejaksaan Negeri Pontianak guna dieksekusi,” kata Sumedana.

Perbuatan korupsi Lim Kiong Hin terjadi pada Juni 2001 silam. Lim Kiong Hin selaku Komisaris PT. Sinar Kakap bersama M. Farid A, selaku Accounting Manager PT. Sinar Kakap mengajukan permohonan fasilitas kredit modal kerja ke Bank BNI Cabang Pontianak.

Pengajuannya berupa kredit investasi sebesar Rp 4.500.000.000 dan kredit modal kerja sebesar Rp 500.000.000.

Dalam mengajukan kredit itu, Lim Kiong Hin menyerahkan data-data di antaranya Legalitas Usaha, Manajemen Usaha, serta Daftar Rencana Investasi (Project Cost) PT. Sinar Kakap.

BACA JUGA:  Objek Wisata Danau Picung Telan Korban Jiwa, Korban Sempat Minta Tolong

Terdiri atas Pembangunan Pabrik Pengolahan Hasil Laut sebesar Rp 5.162.750.000 dan Pembangunan Pabrik Es Kapasitas 60 ton/hari sebesar Rp 2.810.000.000, sebagai jaminan.

Guna mendukung proposal rencana investasi tersebut, Lim Kiong Hin membuat dan menyerahkan invoice beserta kuitansi fiktif untuk membuktikan adanya pembiayaan sendiri yang dilakukan oleh PT. Sinar Kakap.

Namun nilai yang termuat di dalamnya telah di-markup. Termasuk invoice dari Kwang Tai Refrigerator dan 4 kuitansi dari PT. Era Teknik.

Pada tanggal 10 Agustus 2001, permohonan fasilitas kredit disetujui oleh Bank BNI Cabang Pontianak

Pada 16 November 2001, Lim Kiong Hin kembali mengajukan permohonan tambahan fasilitas kredit modal kerja sebesar Rp 2.000.000.000.

Jaminannya ialah kapal kargo Bali Express senilai Rp 900.000.00 yang kemudian dinaikkan nilai jaminannya sebesar Rp 2.400.000.000.

Lalu pada 25 Januari 2002, Lim Kiong mengajukan lagi permohonan tambahan fasilitas kredit modal kerja transaksional kepada Bank BNI Cabang Pontianak sebesar Rp 1.350.000.000.

Ia kembali mengajukan permohonan tambahan fasilitas kredit modal kerja sebesar Rp 8.000.000.000 pada 11 April 2002.

Lim Kiong Hin diduga telah menyalahgunakan fasilitas kredit yang diberikan tanpa persetujuan dari pejabat Bank BNI Cabang Pontianak. Kredit yang seharusnya untuk meningkatkan target penjualan digunakan untuk kepentingan pribadi.

“Akibat perbuatan Terpidana/DPO dan Saudara M. Farid A. menyebabkan Bank BNI Cabang Pontianak mengalami kerugian sekitar Rp 16.448.000.000,” kata Sumedana.

Lim Kiong Hin dinyatakan bersalah melakukan perbuatan korupsi. Ia dihukum 5 tahun penjara dan denda Rp 100 juta subsider 6 bulan kurungan.

Selain itu, ia juga dihukum membayar uang pengganti sebesar Rp 16.448.000.000.

Apabila uang pengganti tidak dibayar maka hartanya dapat disita atau diganti dengan pidana penjara selama 2 tahun.

BACA JUGA:  Mulai Maret 2022 Membuat SIM dan STNK Wajib Sertakan Kartu BPJS Kesehatan

Vonis terhadap Lim Kiong Hin sudah inkrah berdasarkan putusan Pengadilan Tinggi Pontianak Nomor: 30/PID/2008/PT.PTK tanggal 30 Maret 2008. (**)

Print Friendly, PDF & Email

Check Also

Pembangunan PAMSIMAS Pancura Capai 70 Persen.

Fisik Bangunan Tower PAMSIMAS Desa PANCURA. Kaur_Pembangunan PAMSIMAS, Pacur Negara kecamatan Kaur Utara, yang berasal …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Content is protected !!