ArtikelBeritaKaurKorupsi

Guna Melengkapi Berkas Dugaan Korupsi Dana BOK Kejari Kaur Kembali Datangi Dua Puskesmas

2689
×

Guna Melengkapi Berkas Dugaan Korupsi Dana BOK Kejari Kaur Kembali Datangi Dua Puskesmas

Sebarkan artikel ini
Tampak Tim Kejari Kaur Saat Berada Di Puskesmas

KAUR – Kasus dugaan korupsi Dana Operasional Kesehatan (BOK) tahun 2022 kembali terungkap pada Senin, 24 Juli 2023, ketika dua tim penyidik dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Kaur melakukan penggeledahan di dua Puskesmas.

Penggeledahan ini dilakukan dalam rangka mencari bukti-bukti kuat terkait dugaan korupsi yang melibatkan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaur.

Pukul 11:18 WIB, tim penyidik yang dipimpin oleh Kasi Intel Carles Efendi, SH, masih berada di Puskesmas Kaur Tengah. Mereka sedang berkomunikasi dengan pihak puskesmas setempat.

Hingga saat ini, belum ada dokumen yang disita oleh penyidik. Namun, pemeriksaan kemungkinan akan berlanjut hingga beberapa jam ke depan.

BACA JUGA:  Membangun Gaya Hidup Sehat dan Aktif Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara Selenggarakan Senam SKJ

“Kita masih berada di lapangan untuk melanjutkan pemeriksaan,” ujar Kasi Intel.

Selain Puskesmas Kaur Tengah, tim penyidik juga melakukan penggeledahan di Puskesmas Kaur Utara.

Diketahui bahwa sudah ada 50 saksi yang dimintai keterangan oleh penyidik terkait dugaan korupsi dana BOK senilai Rp 16 Miliar.

BACA JUGA:  Menuju Masa Depan Kaur Yang Berkualitas Pemkab Kaur Pastikan Penerimaan PPPK Tahun 2024, Berikut Rinciannya

Sebelumnya, Kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kaur yang berlokasi di Pondok Pusaka juga telah digeledah oleh penyidik Kejari Kaur pada Kamis, 13 Juli 2023.

Penyidik masih terus mendalami kasus ini dan menunggu hasil perhitungan kerugian negara dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) terkait dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp 16 miliar yang dialokasikan untuk 16 Puskemas di Kabupaten Kaur.

BACA JUGA:  Bupati BU Sambut Kedatangan Mahasiswa Universitas Bengkulu di Halaman Pemkab

Hingga saat ini, belum ada tersangka yang ditetapkan, dan penyidik masih aktif memeriksa saksi-saksi, termasuk Kepala Dinas dan unsur petinggi Dinas terkait. Perkembangan lebih lanjut dalam pengusutan kasus ini masih terus dipantau.