BANTEN, TIRTAPOS.com – Pasca terjadinya pembunuhan yang dilakukan oleh pelaku SA (44) warga Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang yang membunuh istrinya TJ (43) dan anaknya yang berusia 9 tahun dirumahnya pada Jumat (08/04) sekira pukul 01.30 WIB.

Penyidik dan tim Forensik Biddokkes Polda Banten dan RS Bhayangkara Polda Banten merespon cepat dengan melakukan Scientific Investigation dengan otopsi terhadap kedua korban pembunuhan itu.

Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Shinto Silitonga mengatakan bahwa Penyidik dan Tim Forensik telah melakukan otopsi terhadap kedua korban.

Baca JugaSeorang Suami Di Banten Tega Menghabisi Istri dan Anak, Satu Anak Lolos Dari Maut

“Tim forensik dipimpin oleh dr.Budi Suhendar, Sp.FM dan dr.Donald Rinaldi, Sp.FM telah melakukan otopsi terhadap ibu dan anak yang menjadi korban pembunuhan di RS Bhayangkara Polda Banten pada Jumat (08/04) sejak pukul 14.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB,” ucap Kabid Humas.

Kabid Humas menjelaskan, pertama sekali tim forensik melakukan otopsi kepada sang ibu dengan kesimpulan luka terbuka akibat sayatan benda tajam sebanyak 5 luka pada bagian bawah dagu hingga leher dengan rincian  2 luka besar dengan ukuran sekitar 13-14 cm , dan 3 luka kecil ukuran 1 cm hingga 5 cm, ujarnya

Sebelum meninggal korban sempat melakukan perlawanan. Dari hasil otopsi tim forensik menyimpulkan kematian sang ibu akibat luka pada bagian leher, selain itu terdapat luka kecil pada bagian tangan kanan juga akibat benda tajam yang dapat terjadi akibat perlawanan korban saat mendapatkan kekerasan, ucap Shinto Silitonga.

Selain itu, pasca melakukan otopsi terhadap sang ibu, tim forensik melanjutkan otopsi terhadap korban anak dalam pelaksanaannya tim forensik menemukan dua luka terbuka akibat sayatan benda tajam.

BACA JUGA:  Diduga Tidak Bisa Berenang Santriwati Al Munawaroh Tewas Tenggelam

Dengan perincian 1 luka terbuka ukuran besar dengan ukuran sekitar 13 cm dan yang 1 luka terbuka ukuran kecil dengan ukuran sekitar 4 cm dimana penyebab kematian sang anak adalah akibat kedua luka tersebut, jelas Shinto Silitonga.

“Sebagai bentuk empati terhadap korban pembunuhan ibu dan anak tersebut personel Satreskrim Polres Serang langsung mendampingi menghantar jenazah ke rumah korban untuk dimakamkan,” tutup Shinto Silitonga. (Red)

Print Friendly, PDF & Email

Check Also

Pembangunan PAMSIMAS Pancura Capai 70 Persen.

Fisik Bangunan Tower PAMSIMAS Desa PANCURA. Kaur_Pembangunan PAMSIMAS, Pacur Negara kecamatan Kaur Utara, yang berasal …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Content is protected !!