AdvertorialBeritaLebong

Komitmen Sejahterahkan Petani, Pemerintah dan DPRD Lebong Sepakat Untuk Menambah Kouta Pupuk Bersubsidi

6211
×

Komitmen Sejahterahkan Petani, Pemerintah dan DPRD Lebong Sepakat Untuk Menambah Kouta Pupuk Bersubsidi

Sebarkan artikel ini
Ketua DPRD Cek Pupuk Bersubsidi
Ketua DPRD Bersama Kadis Pertanian Lebong Saat Mengecek Stok Pupuk Bersubsidi

LEBONG – Pemerintah Kabupaten Lebong melalui Dinas Pertanian dan Perikanan (Disperkan), menyebut akan ada penambahan kuota pupuk bersubsidi pada tahun anggaran (TA) 2023.

Usulan penambahan pupuk bersubsidi ini, bertujuan untuk mengantisipasi lonjakan permintaan pada musim tanam kedua (MT2) pada tahun 2023 mendatang.

Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Lebong, Hedi Parindo mengatakan, untuk realokasi kuota pupuk bersubsidi dan nonsubsidi di Kabupaten Lebong bertambah.

PT penyalur pupuk di Kabupaten Lebong akan menambah stok cadangan pada gudang-gudang penyaluran pupuk bersubsidi khususnya di Kabupaten Lebong menjadi empat kali lipat dari sebelumnya.

Dia merincikan, pada musim tanam kedua tahun 2022 ini total pupuk subsidi yang dialokasikan 1.481 ton pupuk erea meningkat menjadi 2.101 ton, Ponska sebanyak 1.337 ton naik menjadi 1.587 ton.

Sedangkan, pupuk lainnya seperti SP36, ZA dan Organik tidak terlalu naik dan turun lantaran sedikit permintaan.

BACA JUGA:  Anak Bawah Umur Terlibat Penganiayaan Anak Di Bengkulu Utara

Penambahan itu berdasarkan Surat Keputusan (SK) Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Lebong Nomor 16 tahun 2022 tentang Realokasi Ke III (Tiga) Pupuk Bersubsidi Sektor Pertanian Kabupaten Lebong Tahun Anggaran 2022.

“Untuk tahun 2023 kita sudah berkoordinasi dengan PT Pupuk Indonesia, alokasi (pupuk subsidi) tahun depan lebih banyak. Karena ada peningkatan sasaran,” ujar Hedi baru-baru ini

Dia menambahkan, untuk luasan sawah MT2 tahun ini ditargetkan meningkat. Mulai dari hanya menyentuh 200 Hektare (HA) tahun 2022 meningkat menjadi 1.000 Ha pada tahun 2023.

“Untuk produktifitas MT2 untuk tahun ini mencapai 200 Ha. Sehingga ada peningkatan. Tahun depan target kita sampai 1.000 Ha,” ucapnya.

Sementara untuk memperluas MT2 tahun depan menjadi 1.000 Ha ia akan menerjunkan penyuluh di desa-desa.

BACA JUGA:  Cek Lokasi, Dinas PUPR-P Pastikan Saluran Irigasi Uram Kiri Dianggarkan

“Untuk penyuluh kita sudah standby di lokasi. Tahun depan kita ada penambahan, apakah itu berupa pengangkatan THLT. Karena tiap tahun penyuluh kita menurun,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Lebong, Carles Ronsen meminta Disperkan Lebong memantau stok pupuk subsidi di daerah itu.

Sebab, petani yang belum masuk dalam kelompok tani yang menjadi kendala.

Harapannya begitu ada informasi seperti itu, pastikan petani tersebut masuk ke kelompak tani atau tidak.

BACA JUGA:  Tiga Pria Parubaya Perambah Hutan Konservasi, Ditangkap Ditreskrimsus Polda Bengkulu

Carles menambahkan, untuk harga het tertinggi pupuk yang ada di Lebong sudah sesuai dengan harga pemerintah.

“Kita sudah minta pertanian menerjunkan timnya agar tetap pantau ketersediaan pupuk dan MT1,” pungkas Carles. (Red)