ArtikelBeritaPeristiwa

Menakjubkan, Desa Ini Dihuni Manusia Kerdil Berusia 1.500 Tahun

697
×

Menakjubkan, Desa Ini Dihuni Manusia Kerdil Berusia 1.500 Tahun

Sebarkan artikel ini

TIRTAPOS.COM – Disebuah sudut wilayah terpencil, tepatnya di daerah horosan selatan, dekat perbatasan dengan Afghanistan, terdapat sebuah desa kuno berusia 1500 tahun yang dikenal sebagai Desa Kurcaci.

Desa ini dianggap sebagai salah satu dari tujuh Desa paling menakjubkan di dunia. Para ahli meyakini bahwa sekitar satu abad lalu Desa ini dihuni oleh orang-orang bertubuh kerdil dengan ukuran sekitar 50 cm.

Keyakinan ini didasarkan pada fakta, bahwa sekitar 200 rumah yang terbuat dari batu dan tanah liat yang membentuk, Desa ini 70 atau 80 diantaranya memiliki ketinggian yang sangat rendah.

BACA JUGA:  Perjalanan Gemilang Indonesia Di Sea Games 2023: Momen-momen Heroik dan Prestasi Yang Mengejutkan

Sementara, hunian ini memiliki tinggi sekitar 150 cm dengan pintu sempit yang tidak dapat dimasuki tanpa membungkuk. Desa ini bernama mahuni yang meskipun berusia sekitar 1500 tahun, arsitektur di desa ini terlihat seperti berasal dari 10.000 tahun yang lalu.

Bahkan, rumah-rumah sederhana di mahoni mempertahankan desain kuno yang terbuat dari kayu, lumpur, batu dan jerami. Rumah-rumah ini dibangun pada cekungan di area Bukit dengan ruang utama yang lebih rendah, sekitar satu meter dari permukaan tanah.

Karena itu, rumah-rumah ini sering membutuhkan tangga untuk menghubungkan pintu masuk ke lantai dasar rumah. Sedangkan panjang dan lebar rumah-rumah ini berkisar antara 1,5 hingga 3 meter atau tiga kali lima meter, dengan ketinggian langit-langit sekitar 1,5 meter.

BACA JUGA:  Usut Kasus Korupsi Replanting Kelapa Sawit, Kejati Bengkulu Akui Anak Buahnya Sering Mendapat Ancaman

Dilansir dari laman YouTuber Kabar Pedia yang diunggah pada 6 bulan lalu, dan sudah ditonton lebih dari 573 ribu penonton itu, menggambarkan setiap rumah memiliki satu ruang kecil untuk menyimpan Jelai serta gandum.

Ditambah tungku kecil untuk memasak serta beberapa kamar yang sangat kecil. Dirumah yang kecil ini satu keluarga dapat beranggotakan 8 orang dan mereka tidak memiliki masalah dengan kondisi kehidupan.

Kendati rumah-rumah di Mahoni tampak sederhana dan dibangun dengan bahan-bahan sederhana pula, tetapi membangun rumah-rumah mungil Ini bukanlah perkara sederhana. Selain penduduk disini memiliki akses yang terbatas, namun hewan domestik yang cukup besar yang biasanya digunakan untuk mengangkut bahan-bahan.

BACA JUGA:  Penyegaran Organisasi Kapolda Bengkulu Irjen Pol Armed Wijaya Mutasi 8 Perwira

Selain itu, rumah-rumah yang lebih kecil lebih mudah dipanaskan atau didinginkan daripada rumah yang lebih besar. Pada tahun 2006 terdapat sekitar 125 keluarga dengan populasi sekitar 700 orang yang tinggal di mahoni.

Asal mulanya desa ini, mereka adalah orang Afghanistan berpaham sunni yang bermigrasi ke daerah tersebut. Pada ratusan tahun silam dimana kemudian mereka terisolasi dan tidak memiliki banyak komunikasi dengan orang luar.

Penduduk Mahoni memiliki tubuh kerdil di masa lalu tidak hanya didasarkan pada temuan arsitektur di kawasan ini, akan tetapi pada tahun 2005 tubuh mumi berukuran sekitar 25 cm telah ditemukan di wilayah ini.

Penemuan tersebut, kemudian memicu keyakinan bahwa kawasan di sudut terpencil Iran ini pernah menjadi rumah bagi kota kurcaci kuno. Kendati kemudian para ahli telah menemukan fakta bahwa mumi tersebut sebenarnya adalah bayi prematur yang meninggal sekitar 400 tahun yang lalu.

BACA JUGA:  Silaturahmi Ke Kapolda Bengkulu, SMSI Perkuat Sinergi Penyebarluasan Informasi

Namun mereka berpendapat bahwa generasi penduduk Mahoni sebelumnya memang lebih pendek dari biasanya, mereka menambahkan bahwa salah satu alasan kenapa penduduk di kawasan ini memiliki tubuh lebih pendek, dibandingkan orang-orang di masanya adalah makhluk terisi yang berkontribusi secara signifikan terhadap kekurangan tinggi badan.

Saat kawasan ini mulai ditemukan pemerintah, kemudian mulai membuka jalan untuk mencapai kawasan ini, bersama dengan makanan serta beberapa fasilitas lainnya. Dengan adanya transportasi yang terhubung ke desa-desa orang.

Meski sebelumnya jika rata-rata penduduk di kawasan ini memiliki tubuh pendek serta kekar, maka saat ini mereka telah memiliki tubuh tinggi serta ramping.

BACA JUGA:  Peringati HPN, Kapolda: Pers Berperan Penting Mendukung Kehidupan Bangsa dan Negara

Namun demikian, meskipun sebagian besar dari ratusan penduduk Mahoni saat ini telah memiliki tinggi rata-rata tetapi pengingat akan perawakan nenek moyang mereka yang lebih pendek dari ukuran orang-orang pada umumnya dan masih bertahan hingga saat ini.