SUMATRA SELATAN, TIRTAPOS.com – Dari penangkapan Endika Refli alias Andi Grandong, Sat Reskrim Polres OKU mendapat pencerahan terkait pelaku pencurian dan perkosaan terhadap salah seorang mahasiswi yang terjadi di jalan Pancur, Desa Tanjung Baru, sebulan lalu. Adalah Sangkut (25), warga Peninjauan, Kabupaten OKU, ia adalah pelaku utama pada kasus pencurian serta Rudupaksa tersebut.

Dari pengakuan Andi Grandong, polisi berhasil mengetahui keberadaan Sangkut. Tak ingin kehilangan buruan, Kamis malam, (24/2/2022) Tim Resmob Singa Ogan bergerak menuju persembunyian sangkut di wilayah Metur, Kabupaten Muara Enim.

Sayangnya, saat akan ditangkap, Sangkut tak kooperatif dan berupaya melakukan perlawanan dengan mencabut senjata api rakitan. Tak ingin anggotanya berbahaya, tim Resmob mengambil tindakan tegas dengan menembak tersangka Sangkut.

“Tersangka berupaya melawan dengan mencabut pistolnya. Akhirnya anggota melumpuhkan tersangka, namun tersangka tewas,” ucap Kapolres saat memberikan keterangan pada press release pada Jumat (25/2/2022).

Dikatakan Kapolres, tersangka Sangkut merupakan tersangka utama pada kasus pencurian dan perkosaan yang terjadi di jalan Pancur. Namun Sangkut juga dibantu oleh rekannya Andi Grandong untuk menjual barang hasil curiannya.

“Memang kedua tersangka ini merupakan komplotan pencurian 3C. Bahkan mereka punya 1 rekan lagi yakni (L) yang saat ini masih buron. Mereka ini juga kerap beraksi di Kabupaten OKU Timur serta Lampung (Way Kanan),” ucap Kapolres.

Masih kata Kapolres, selain itu komplotan Andi Grandong dan Sangkut juga telah banyak beraksi di Kecamatan Baturaja Timur. Tercatat sejak Oktober tahun 2021 hingga Februari tahun 2022 komplotan ini telah melakukan kejahatan di 11 TKP di Kecamatan Baturaja Timur.

“Nah, pada kasus yang di jalan Pancur ini, tersangka Sangkut lah yang berperan. Menurut keterangan Andi Grandong, Sangkut bergerak sendiri. Setelah berhasil beraksi barulah tersangka Sangkut datang ke rumah Andi Grandong untuk meminta Andi menjualkan barang hasil curian itu,” beber Kapolres.

Dari keterangan Andi Grandong juga, bahwa barang hasil hasil curian yang di lakukan Sangkut memang dialah yang menjualnya. Dari hasil penjualan itu, ia mendapat bagian sebesar Rp 300 ribu.

“Untuk HPnya saya jual ke Peninjauan, dan laptop saya jual ke Metur, seharga Rp 800 ribu. Tapi saya hanya menjual saja,” ucap Andi Grandong.

Dari pantauan okes.co.id, Andi Grandong ditangkap di Desa Sugih Waras, Kabupaten Muara Enim. Sedangkan Sangkut ditangkap di Metur. Andi Grandong dihadiahi 2 butir timah panas sementara Sangkut tewas di tembak karena melawan saat akan ditangkap.(okes.co.id)

Check Also

Catatan Polisi Selama Ops Ketupat Kamtibmas Bengkulu Aman Terkendali

BENGKULU, TIRTAPOS.com – Berdasarkan data Operasi Ketupat Nala 2022, yang digelar Kepolisian Daerah Bengkulu (Polda …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.