BANTEN, TIRTAPOS.com – Kasus penganiayaan yang menewaskan seorang tahanan berinisial AA (21) saat menjalani penahanan di sel Polres Cilegon dengan menyeret 6 tersangka direkonstruksi oleh Satreskrim Polres Cilegon di halaman Mapolres Cilegon pada Jumat (01/04).

Sebanyak 41 adegan diperagakan tersangka ASB, HY, M, JP, FA dan DA dalam rekonstruksi tersebut. Polisi memperagakan adegan didalam sel saat korban mulai menjalani penahanan hingga dianiaya para tersangka.

Kasat Reskrim Polres Cilegon AKP Arief N Yusuf mengatakan, digelarnya rekontruksi ini sebagai upaya pihak kepolisan dalam mencari bukti dan fakta atas meninggalnya tahanan di sel Polres Cilegon.

“Rekontruksi ini dilaksanakan untuk mencari kebenaran daripada fakta-fakta yang didukung oleh ahli baik dari ahli forensik maupun ahli pidana. Pelaksaan ini dilakukam dengan berkoordinasi dengan pihak kejaksaan untuk segera memproses sesuai dengan fakta dan kebenaran yang terungkap,” kata Arief.

Dalam adegan yang diperagakan oleh 6 tersangka, tampak korban dianiaya oleh para tahanan lain saat baru masuk ke dalam sel.

“Korban berinisial AG saat baru memasuki sel ditanya oleh salah seorang tersangka. Pertanyaan yang dilontarkan tersangka dijawab oleh korban, jawaban korban dinilai bernada tinggi hingga menyulut emosi tahanan lain,” ujar Arief.

Satu per satu dari enam tersangka itu bergantian melayangkan pukulan ke arah korban.

“Ada tersangka yang memukul menggunakan gulungan tikar hingga botol air mineral. Tak hanya itu, korban juga beberapa kali diinjak dan ditendang oleh tahanan lain,” tambah Arief.

Polisi mengatakan adegan dalam rekonstruksi tersebut sudah sesuai Berita Acara Pemeriksaan (BAP) dan bukti-bukti yang terungkap dalam pemeriksaan. Tak ada bukti baru dalam rekonstruksi tersebut.

Arief menambahkan, saat ini terkait penanganan kasus tersebut pihaknya telah berkoordinasi dengan Kejaksaan Negeri (Kejari) Cilegon.

BACA JUGA:  Komitmen Berantas Korupsi Di Bengkulu, KPK RI dan Polda Bengkulu Gelar Rakor

“Dari pelaksanaannya kami akan selalu berkoordinasi dengan pihak kejaksaan untuk segera memproses sesuai dengan fakta dan kebenaran yang sudah terungkap. Bukti-bukti sudah kami sampaikan ke pihak kejaksaan di dalam berkas dan itu akan dikoordinasi dengan baik ke kejaksaan,” jelas Arief.

Diketahui, kasus tewasnya tahanan narkoba Polres Cilegon terjadi pada Senin (14/02) lalu. Tahanan berinisial AG itu sempat dibawa ke rumah sakit usai dianiaya sesama tahanan namun nyawanya tak tertolong.

Polisi kemudian menyelidiki kasus kematian AG hingga menetapkan 6 tersangka. Para tersangka dijerat Pasal 170 ayat 1 jo 351 ayat 3 KUHPidana tentang penganiayaan dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara. (**)

Print Friendly, PDF & Email

Check Also

Pembangunan PAMSIMAS Pancura Capai 70 Persen.

Fisik Bangunan Tower PAMSIMAS Desa PANCURA. Kaur_Pembangunan PAMSIMAS, Pacur Negara kecamatan Kaur Utara, yang berasal …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Content is protected !!