Bengkulu SelatanBeritaPeristiwa

Terseret Arus Sungai Dua Anak di Bengkulu Selatan Meninggal Dunia

391
×

Terseret Arus Sungai Dua Anak di Bengkulu Selatan Meninggal Dunia

Sebarkan artikel ini
Terseret Arus Sungai Dua Anak di Bengkulu Selatan Meninggal Dunia
Korban Dinyatakan Sudah Meninggal Dunia Setelah Sempat Dilarikan ke Puskesmas Setempat. Foto Ist

BENGKULU SELATAN – Dua anak kecil dinyatakan meninggal dunia setelah terseret arus sungai di desa Tanjung Menang, Kecamatan Seginim, Kabupaten Bengkulu Selatan, pada hari Rabu (07/06/23).

Kedua korban tersebut adalah Gisara Ramadania Binti Fidri (6), seorang perempuan yang merupakan warga Desa Tanjung Menang, Kecamatan Seginim, dan Kenza Agen Adelio Bin Megi (7), seorang laki-laki yang juga berasal dari Desa Tanjung Menang, Kecamatan Seginim.

Kejadian tragis ini bermula sekitar pukul 13.30 WIB, ketika kedua korban bersama teman mereka, Rere Binti Ical (alm), seorang perempuan berusia 8 tahun, pergi ke sungai Air Nelengau di Desa Tanjung Menang, tepatnya di belakang rumah penduduk.

Ketiganya mandi di sungai tersebut. Namun, karena arus sungai yang cukup deras dan kondisi sungai yang dalam, serta karena mereka masih anak-anak, kedua korban akhirnya meninggal dunia.

BACA JUGA:  Gegara Hindari Ular di Jalan Mobil Calya Nyungsep ke Kebun Jagung
BACA JUGA:  Ritual Maut Di Jember, Puluhan Korban Tewas

Rere yang saat itu sedang berada di pinggir sungai melihat kedua rekannya terbawa arus, segera pulang dan meminta pertolongan serta melaporkan kejadian tersebut. Warga segera datang ke lokasi kejadian dan membawa kedua korban ke Puskesmas Darat Sawah, Kecamatan Seginim.

Sesampainya di puskesmas, kedua korban dinyatakan meninggal dunia. Saat ini, jenazah kedua korban telah dibawa ke rumah duka, yaitu ke rumah orang tua mereka.

“Kedua anak itu sempat dilarikan ke puskesmas Seginim, namun nyawa mereka tidak dapat tertolong lagi. Saat ini, mereka sudah dibawa ke rumah duka untuk disemayamkan,” ungkap Kapolres BS, AKBP Florentus Situngkir SIK, melalui Kasi Humas Polres, Iptu Sarmadi.

Kejadian ini tentu menjadi duka mendalam bagi keluarga kedua korban dan masyarakat setempat.

BACA JUGA:  Traditional gold miners nearly died after falling into a dughole.
BACA JUGA:  Kepala Dinas Pendidikan dan Kasi di Bengkulu Utara Kena OTT Polisi

Dalam kondisi sungai yang berbahaya, penting bagi orang tua dan warga sekitar untuk memberikan pengawasan dan perlindungan ekstra kepada anak-anak, serta meningkatkan kesadaran akan bahaya yang mungkin terjadi di sekitar aliran sungai.

Semoga kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi kita semua untuk lebih berhati-hati dan menjaga keselamatan anak-anak. **