Berikut ciri-ciri orang yang disebut jenius itu.
- Suka Bicara Sendiri
Mereka yang dianggap jenius dikatakan suka berbicara sendiri. Kebiasaan ini dapat meningkatkan daya ingat dan mempertajam pola pikiran. Kenyataanya, dalam kehidupan sehari-hari biasanya orang yang suka bicara sendiri dianggap orang tidak waras.
- Suka Menantang Diri
Orang-orang dengan nilai IQ tinggi memiliki kebiasaan tidak memiliki rasa puas pada sebuah pencapaian. Sehingga, mereka sering menantang dirinya sendiri untuk melakukan hal yang lebih besar. Padahal orang tersebut sudah melewati tahapan yang dianggap cukup bagi kebanyakan orang lain, akan tetapi menurut dirinya hal itu merupakan hal biasa saja.
- Sering Begadang
Orang dengan IQ tinggi ternyata banyak lebih nyaman bekerja di malam hari dibanding pagi hari. Sebab, orang jenius cenderung menghabiskan lebih banyak waktu berpikir dan berkarya. Sehingga, mereka akan memiliki jam tidur lebih sedikit dan memilih menghabiskan waktu istirahat untuk hal produktif.
- Cenderung Berantakan
Berdasarkan hasil penelitian University of Minnesota terhadap munculnya kreativitas pada seseorang, kebanyakan ide bermunculan dari orang-orang di lingkungan berantakan daripada yang berasal dari tempat rapi.
- Lebih Suka Menyendiri
Dalam penelitian berjudul ‘Country roads, take me home… to my friends: How intelligence, population density, and friendship affect modern happiness’. Penelitian Norman P.Li dari Singapore Management University dan Satoshi Kanazawa dari The London School of Economics and Political Science mengungkapkan bahwa, tempat keramaian membuat orang ber-IQ tinggi menjadi tidak nyaman.
- Mengakui Kesalahan
Orang jenius dianggap bisa lebih mengakui kesalahannya, dibandingkan orang biasa. Sebab IQ tinggi cenderung memiliki otak yang bisa memahami sudut pandang orang lain dan tidak takut untuk mengakuinya.
- Sering Mengkritik Diri Sendiri
Para peneliti Cornell University tahun 1999 menemukan bahwa orang cerdas jauh dari kata percaya diri. Sebab mereka cenderung meremehkan kemampuannya sendiri, hal ini karena mereka menyadari betapa banyaknya pengetahuan yang masih belum mereka ketahui di luar sana.






