Momen Sertu Khoirudin Bertemu Dengan Ayah Setelah Terpisah Selama 12 Tahun.

JAKARTA – Divisi Infanteri 2 Kostrad menggelar latihan penerjunan Kelompok Depan Operasi Linud (KDOL) dan penerjunan statik di daerah latihan Kampung Sengkol, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Setelah selesai melaksanakan latihan, tersemat momen mengharukan dari dua anggota pelaku latihan yaitu Sertu Khoirudin dari Yonif 503/Mayangkara dan Pratu Reza dari Yonif 502/Ujwala Yudha.

Momen mengharukan pertama dialami oleh Sertu Khoirudin yang merupakan orang asli Bima, Nusa Tenggara Barat kelahiran 20 Maret 1978 yang saat ini berdinas di Yonif 503/Mayangkara, Mojosari, Jawa Timur.

Dirinya kurang lebih 12 tahun belum bertemu dengan Ayah kandungnya H. Yusuf yang tinggal di Bima, oleh karena terkendala penugasan dan anaknya yang harus sekolah di Mojosari, Jawa Timur.

Sebelum melaksanakan latihan di Lombok Tengah, Sertu Khoirudin sempat menghubungi ayahnya. Bahwa ia akan berangkat melaksanakan tugas latihan di Kampung Sengkol, Lombok Tengah.

Tak mau kehilangan kesempatan, sang ayah kemudian pergi ke tempat latihan anak kandungnya Sertu Khoirudin.

Setibanya di daerah latihan H. Yusuf berjumpa dengan anggota tentara yang kebetulan adalah Pangdivif 2 Kostrad Mayjen TNI Syafrial yang juga selaku Pangkogasgab Linud pada latihan tersebut.

H. Yusuf menjelaskan bahwasannya dia ingin bertemu dengan anak kandungnya, sebab sudah 12 tahun lebih tidak ketemu dengan anaknya.

Saat ditanya oleh Mayjen TNI Syafrial beliau mencari anaknya bernama Koptu Khoirudin.

Lantas Bapak H. Yusuf membuat bingung Danyonif PR 503/Mayangkara karena nama Koptu Khoirudin yang ia cari tidak ada disana.

Hingga akhirnya, ada salah satu keluarga H. Yusuf menjelaskan, bahwa pangkat anak H. Yusuf sekarang sudah Sertu bukan lagi Koptu.

Dari sinilah H. Yusuf akhirnya bisa bertemu dengan anak kesayangannya Sertu Khoirudin.

BACA JUGA:  Satreskrim Polres Cilegon Gelar Rekonstruksi Kasus Penganiayaan Tahanan Tewas

Mereka dipertemukan langsung oleh Pangdivif 2 Kostrad yang pada saat itu merasa terharu dan iba dengan cerita yang diungkapkan oleh H. Yusuf.

Setelah kejadian tersebut, Pangdivif 2 Kostrad memberikan cuti selama 1 minggu kepada Sertu Khoirudin untuk menghabiskan waktu bersama keluarga di Lombok.

“Saya mengucapkan terimakasih kepada Pangdivif 2 Kostrad, yang telah membantu mempertemukan saya dengan orang tua dan memberikan saya cuti selama 1 minggu di Lombok,” ujar Sertu Khoirudin.

Dilanjutkannya, “Waktu cuti 1 minggu ini akan saya manfaatkan untuk bersilaturahmi dengan keluarga saya lainnya yang berada di Lombok dan saya ingin berziarah ke makam ibu saya,” tambahnya.

Momen Pratu Reza Primayadi Bertemu Istri dan Anak. Foto. Dispenad

Tidak berselang lama, momen mengharukan lainnya juga dialami oleh Pratu Reza Primayadi yang merupakan orang asli Lombok berdinas di Yonif 502/Ujwala Yudha.

Dia didatangi oleh Istrinya Desy Sudiarti dan membawa anak bayi yang masih merah (umur 2 minggu).

Yang pada saat itu istri Pratu Reza tengah hamil tua, namun harus meninggalkan istri dan calon anaknya karna suami berdinas di Malang, Jawa Timur.

Dikatakan Pratu Reza, ketika istrinya akan melahirkan dia berencana untuk mengajukan cuti tahunan.

Namun Tuhan berkehendak lain, karena panggilan tugas mulia maka Pratu Reza harus ikut terlibat dalam pelaku latihan penerjunan di Kampung Sengkol, Lombok Tengah, yang kebetulan satu wilayah dengan tempat istri.

Kesempatan ini pula yang dimanfaatkan oleh Desy Sudiarti sembari berlinangan air mata membawa sosok bayi mungil masih merah yang usianya 2 minggu.

Kali ini, istri dari Pratu Reza melihat langsung kehebatan sang suami melaksanakan penerjunan.

Setelah semua pasukan diterjunkan dan latihan dinyatakan selesai, Desy Sudiarti dan bayi mungil itu langsung menemui sang suami dengan penuh haru.

BACA JUGA:  P21 Polres BU Limpahkan Tersangka dan Barang Bukti Kepada JPU

H. Yusuf (Ayah Sertu Khoirudin) dan Desy Sudiarti (Istri Pratu Reza Primayadi) mengungkapkan rasa terimakasihnya kepada Pangdivif 2 Kostrad, karena telah mempertemukan mereka berdua dengan keluarga yang mereka cintai.

Sementara itu Pangdivif 2 Kostrad mengatakan bahwa ini momen yang sangat langka dan jarang sekali terjadi.

“Saya merasa terharu dan iba atas cerita yang telah disampaikan oleh Bapak H. Yusuf dan istri Pratu Reza Primayadi. Kita itu makhluk sosial, di manapun kita berada pasti kita selalu memikirkan keluarga di rumah. Untuk itu melalui momen yang indah ini saya berharap kita bisa memetik hikmah dan selalu memperhatikan serta mengutamakan keluarga kita,” pungkas Pangdivif. (Dispenad)

Print Friendly, PDF & Email

Check Also

Tak Punya Biaya Untuk Berobat, Warga Sidomukti Merintih Kesakitan

BENGKULU UTARA – Tomi Hermawan (22) warga Desa Sidomukti, Kecamatan Padang Jaya, Kabupaten Bengkulu Utara, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Content is protected !!