BeritaJakartaNasional

Densus 88 Usut Insiden Perempuan Bercadar Menerobos Istana Negara

265
×

Densus 88 Usut Insiden Perempuan Bercadar Menerobos Istana Negara

Sebarkan artikel ini
Tampak Perempuan Bercadar Yang Mencoba Masuk Istana Negara Tanpa Izin Diamankan Petugas Kepolisian. Foto : Kolase Tirtapos.com

JAKARTA – Kepala Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri Komisaris Jenderal Agus Andrianto menyebut insiden perempuan bersenjata di depan Istana sekarang diusut oleh Densus 88. Insiden tersebut terjadi pada pukul 07.00 WIB Selasa (25/10/2022) pagi.

“Jadi tunggu saya, nanti dari Kadensus 88 (Kepala Densus 88 Inspektur Jenderal Marthinus Hukom) dalam melakukan pedalaman kepada tersangka yang tadi diamankan oleh petugas,” kata Agus di Gedung Bina Graha, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta dikutif dari tempo.co Selasa (25/10/2022).

Namun, Agus tidak merinci lebih lanjut soal status tersangka yang dia sebut terhadap perempuan tersebut. Ia hanya menyebut petugas sudah bertindak baik dalam kejadian ini.

“Artinya kesigapan aparat untuk melakukan pengamanan di sekitar Istana cukup baik,” ujarnya.

BACA JUGA:  Kronologi Wanita Bercadar Terobos Istana Negara, Pas Pamres Ditodong Dengan Pistol

Ia juga menyebut aparat tentu sudah memiiki protap untuk menangani kejadian semacam ini.

Perempuan tersebut menggunakan pakaian tertutup, lengkap dengan hijab panjang dan cadar.

Perempuan ini pun disebut membawa senjata api berupa pistol jenis FN berwarna silver dengan warga pegangan coklat.

Komandan Pasukan Pengamanan Presiden atau Paspampres Marsda TNI Wahyu Hidayat Soedjatmiko menjelaskan peristiwa ini bukanlah upaya penerobosan ke Istana.

“Tapi justru berawal dari kewaspadaan anggota kami,” kata Wahyu.

Kejadian bermula ketika satu anggota Paspampres melihat perempuan tersebut dengan tingkah laku mencurigakan.

Perempuan tersebut berdiri di dekat pos utama Paspampres, di depan Istana, di dekat lampu merah.

BACA JUGA:  Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Warga Diminta Waspada Radius 2 Km

Melihat gelagat perempuan tersebut, anggota Paspampres langsung menghampiri.

Saat itulah, perempuan ini mengacungkan senjata ke arah anggota Paspampres.

Paspampres pun langsung mengambil senjata api yang ditodongkan oleh perempuan tersebut.

Selanjutnya, perempuan itu diserahkan ke anggota polisi lalu lintas yang bertugas di depan Istana, tutupnya. (Hms)

Artikel ini sudah terbit di laman tempo.co