Sementara itu, adaptasi live-action tahun 2017 bertujuan untuk menghadirkan sentuhan realisme ke dalam kisah tersebut, dengan efek visual yang lebih canggih dan penggambaran karakter yang lebih kompleks.
Versi live-action ini menggali lebih dalam latar belakang Belle dan Beast, memberikan kedalaman dan kompleksitas tambahan pada hubungan mereka.
Meskipun keduanya berhasil menangkap esensi dongeng tersebut, adaptasi tahun 2017 menawarkan sudut pandang baru dengan pendekatan visual yang memukau dan kaya akan emosi.
Ariel: The Little Mermaid (1989) dan The Little Mermaid (2023)
Dalam film animasi tahun 1989, Ariel digambarkan dengan rambut merah ikoniknya yang menyala, mengungkapkan jiwa petualangnya dan kerinduannya akan dunia yang berbeda.
Namun, adaptasi live-action yang direncanakan pada tahun 2023 memperkenalkan penampilan ulang Ariel dengan tetap mempertahankan rambut merahnya, yang mencerminkan estetika yang lebih realistis dan modern.
Selain itu, pilihan Halle Bailey sebagai Ariel membawa perubahan signifikan dalam representasi, menawarkan perspektif yang lebih beragam terhadap karakter dan memperluas lanskap budaya putri-putri Disney.
Perbedaan-perbedaan ini menyoroti evolusi dan reinterpretasi karakter Ariel, memenuhi ekspektasi dan kepekaan dari era dan audiens yang berbeda.






