“Kami rela menggadaikan SK kami demi untuk menutupi kekurangan anggaran pada saat itu. Na.. yang kami takutkan adalah peristiwa kelam tersebut terulang kembali hanya karena kebobrokan manajemen itu sendiri,” sampainya
Pensiunan-pensiunan tersebut juga meminta manajemen PDAM Ratu Samban untuk lebih transparan dalam mengelola keuangan lembaga.
Mereka ingin memastikan bahwa dana PDAM digunakan dengan efisien dan tidak disia-siakan.
Apa lagi hanya untuk sebuah pelatihan kepada pegawai, kenapa tidak dilaksanakan di hotel di Kota Arga Makmur saja, sahutnya.
Dia menekankan, pentingnya tanggung jawab bersama dalam menjaga stabilitas finansial PDAM.
“Kami tidak ingin melihat PDAM Ratu Samban mengalami masalah keuangan serupa lagi. Ini adalah milik kita bersama, dan kita harus menjaganya agar tetap berjalan dengan baik,” ujarnya. (TMG)






