Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bengkulu, Syafriandi, menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan wujud kepedulian Pemerintah Provinsi Bengkulu dalam meningkatkan kesejahteraan para nelayan di wilayahnya, terutama di Kota Bengkulu.
Selain itu, kegiatan ini juga mencakup penetapan alat tangkap yang ramah lingkungan, dengan ketentuan-ketetuan yang telah ditetapkan.
“Ini bertujuan agar tidak ada lagi perpecahan antara nelayan semi modern dengan modern atau bahkan antara mereka dalam mengeksploitasi sumber daya laut. Kartu KUSUKA telah kami bagikan secara massal, mungkin sudah ribuan, namun ini hanya sebagai simbolis saja. Kartu KUSUKA juga menjadi syarat untuk mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat maupun daerah,” terangnya.
Lebih lanjut, Syafriandi menjelaskan bahwa perizinan kapal yang sebelumnya menggunakan trol telah dialihkan menjadi kapal semi modern. Dengan adanya SIUP, ia berharap kapal semi modern dapat mematuhi peraturan dan mengoperasikan sesuai dengan aturan yang ada.
“Kami telah memberikan SIUP kepada kapal-kapal yang sebelumnya menggunakan trol dan telah dimodifikasi menjadi kapal modern dan ramah lingkungan sesuai arahan Gubernur. Kami juga terus melakukan pemantauan terhadap alat tangkap agar tidak ada lagi yang merusak lingkungan dan melanggar aturan. Untuk tahun ini, kami menganggarkan dana sebesar dua ratus juta untuk hal ini,” paparnya. (Arf)






