Lebong – Duka mendalam menyelimuti Kabupaten Lebong setelah ratusan anak TK, SD dan SMP/Sederajat mengalami keracunan makanan. Kabar ini begitu cepat sampai ke telinga Bupati Lebong, Azhari, SH, MH yang saat itu sedang berada di Jakarta menghadiri agenda nasional Kementerian Kesehatan RI bersama kepala daerah se-Indonesia.
Rasa cemas membuat Bupati Azhari tak tenang. Meski berada ribuan kilometer dari Lebong, pikirannya hanya tertuju pada kondisi warga, terutama anak-anak yang menjadi korban Makanan Bergizi Gratis (MBG).
“Semalaman saya tidak bisa tidur. Hati saya benar-benar gelisah membayangkan keadaan mereka,” ungkap Azhari dengan suara bergetar.
Di tengah kesibukan acara, ia tetap berkoordinasi dengan Wakil Bupati dan Gubernur Bengkulu.

Namun, hati seorang pemimpin yang peduli tak bisa dibendung. Dengan penuh keikhlasan, ia memutuskan pulang lebih cepat untuk memastikan penanganan anak-anak berjalan dengan baik.
Baginya, kebersamaan bukan hanya ketika tersenyum dalam suka, tetapi juga saat air mata tumpah di kala duka.
“Musibah ini mengajarkan kita, bahwa kekuatan sejati terletak pada kebersamaan. Saya yakin, Lebong akan lebih baik bila kita selalu saling menopang, baik dalam bahagia maupun saat ditimpa cobaan,” ucapnya penuh haru.

Kepulangan mendadak itu meninggalkan kesan yang begitu dalam. Ia menunjukkan bahwa jabatan bukan sekadar simbol, melainkan tanggung jawab yang lahir dari hati.
Lebong berduka, namun juga beruntung memiliki pemimpin yang tak segan meninggalkan panggung nasional demi memeluk derita warganya.
Kepulangannya yang mendadak ini merupakan bukti bahwa kepentingan masyarakat, terutama keselamatan anak-anak, lebih penting dari panggung nasional.
Salah satu warga yang anaknya ikut menjadi korban pun tak kuasa menahan tangis. Ia mengaku terharu melihat kepedulian sang Bupati.
“Kami tidak menyangka beliau rela meninggalkan tugas penting di Jakarta demi datang menjenguk anak-anak kami. Rasanya seperti ada keluarga besar yang peduli, bukan hanya seorang pemimpin,” ungkapnya lirih.
Kini, meski masih dalam suasana duka, masyarakat Lebong sedikit terobati dengan kehadiran pemimpin yang benar-benar hadir di saat mereka sangat membutuhkan. (Exo)






