AdvertorialBengkulu UtaraBeritaKesehatan

Mengatasi Tantangan Operasional, RSUD Bengkulu Utara Manfaatkan Dana BLUD

164
×

Mengatasi Tantangan Operasional, RSUD Bengkulu Utara Manfaatkan Dana BLUD

Sebarkan artikel ini
Direktur RSUD Bengkulu Utara, Dr. Hj. Herawati

Bengkulu Utara – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bengkulu Utara berhasil menemukan strategi inovatif untuk mempertahankan kelancaran pelayanan mereka. Pada Senin, 19 Februari 2024, Direktur RSUD Bengkulu Utara, Dr. Hj. Herawati, Sp, PK menatakan penggunaan dana Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) untuk memastikan operasional mereka tetap berjalan normal.

Keputusan ini diambil setelah manajemen RSUD Bengkulu Utara mengajukan proposal kepada Bupati Bengkulu Utara, yang kemudian disetujui.

Direktur RSUD Bengkulu Utara, Dr. Hj. Herawati, Sp., PK, menjelaskan, “Kami menyadari bahwa pelayanan kesehatan di rumah sakit merupakan kebutuhan masyarakat yang sangat penting. Oleh karena itu, salah satu langkah yang kami ambil adalah menggunakan dana BLUD untuk memastikan kelancaran operasional pelayanan tersebut.”

Penggunaan dana BLUD ini tidak bisa dilakukan tanpa persetujuan dari Bupati Bengkulu Utara. Dana ini digunakan untuk menutupi berbagai kebutuhan operasional rumah sakit, termasuk pasokan air, listrik, dan layanan wifi agar pelayanan kepada masyarakat tetap terjaga.

BACA JUGA:  Jambore Kader Posyandu Padang Jaya, Samsul Maarif: Kita Tingkatkan Kualitas Pelayanan Kesehatan di Bengkulu Utara

“Kami yakin bahwa dengan langkah ini, pelayanan di RSUD Bengkulu Utara tidak akan terganggu meskipun Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) belum disahkan.

Kami mengambil tindakan cepat untuk memastikan pembayaran operasional terpenuhi demi kelancaran pelayanan rumah sakit,” tambahnya.

Dr. Herawati juga mengungkapkan bahwa biaya operasional yang diperlukan oleh RSUD Bengkulu Utara mencapai sekitar Rp. 111 juta per bulan. Biaya tersebut meliputi berbagai kebutuhan seperti pasokan air sebesar Rp. 50 juta per bulan, listrik sebesar Rp. 50 juta per bulan, dan layanan wifi sebesar Rp. 11 juta per bulan.

BACA JUGA:  Ketua Komisi II DPR RI Menerima Keluhan Serius: Ada Transaksi Fantastis di Proses Rekrutmen KPU

Pelayanan yang disediakan oleh RSUD Bengkulu Utara memiliki peran yang sangat vital dalam memenuhi kebutuhan kesehatan masyarakat, terutama bagi pasien dan keluarga mereka.

“Kami mengambil langkah ini sebagai bentuk komitmen kami untuk menjaga kualitas pelayanan. Kami tidak ingin pelayanan di rumah sakit kami terganggu hanya karena belum disahkannya APBD,” tegas Dr. Herawati.

BACA JUGA:  10 Arahan Strategis Bupati Kopli Ansori Dalam Menanggulangi Bencana Banjir Bandang dan Longsor di Kabupaten Lebong

Langkah inovatif yang diambil oleh RSUD Bengkulu Utara ini tidak hanya menunjukkan dedikasi mereka terhadap pelayanan kesehatan masyarakat, tetapi juga sebagai contoh strategi adaptasi dalam menghadapi tantangan operasional yang dihadapi oleh institusi kesehatan di tengah dinamika lingkungan ekonomi dan politik yang berubah-ubah. (Ar1/Adv)