Bengkulu UtaraBeritaPendidikan

Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Tak Memikat Hati

2456
×

Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Tak Memikat Hati

Sebarkan artikel ini
Detty Heriana, S.Pd.I Tenaga pengajar PAI di SMP N 25 Bengkulu Utara
Detty Heriana, S.Pd.I Tenaga pengajar PAI di SMP N 25 Bengkulu Utara Mahasiswa PPG Bach 3 LPTK  IAIN Curup 2022

Perbendaharaan metode pun makin banyak. Guru memang harus kaya ide. Sehingga pembelajaran dapat disajikan dengan cara-cara baru yang segar.

Untuk itu, sejak tahun 2003, pendidikan direvitalisasi dengan perubahan paradigma yang dianut, dari pendidikan sentralistik berbasis UU Nomor 2 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional menjadi pendidikan yang demokratis di tahun 2003.

Salah satu bentuk keputusan strategisnya adalah memberi kepercayaan yang sangat besar pada guru untuk meningkatkan perbaikan mutu sekolah untuk perbaikan mutu pendidikan secara nasional. Untuk itu, pada tahun 2005, Indonesia mengundangkan UU Nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.

Sebagai contoh, Pembelajaran PAI dilakukan dengan training, game ataupun tadabbur alam. Pembelajaran tidak melulu di ruang kelas, bahkan bisa saja peserta didik diajak menyambangi suatu peristiwa bencana untuk melatih kepekaan sosial pribadi siswa selaras dengan nilai-nilai agama. Pembelajaran PAI dapat dikemas dalam bentuk training spiritual.

BACA JUGA:  Bupati Lebong, Kopli Ansori Mendukung Penuh Upaya Pemberantasan Korupsi di Provinsi Bengkulu

Dengan harapan, PAI tidak saja menarik bagi siswa, namun nilai-nilai agama juga terpatri dalam diri siswa. Lebih lanjut, PAI bukan sekedar hafalan ayat-ayat atau ceramah agama, namun PAI menjadi sumber moral bagi siswa. Karena aplikasi nilai-nilai budi pekerti ajaran Nabi dalam kehidupan sehari-hari merupakan representasi keberhasilan PAI.

Penulis : Detty Heriana, S.Pd.I
Tenaga pengajar PAI di SMP N 25 Bengkulu Utara
Mahasiswa PPG Bach 3 LPTK  IAIN Curup 2022