Bengkulu — Polda Bengkulu menaruh perhatian penuh terhadap ketegangan yang terjadi antara karyawan PT Agro Bengkulu Selatan (ABS) dan Forum Masyarakat Pino Raya (FMPR) yang berujung pada dugaan tindak kekerasan dan aksi penembakan hingga menimbulkan korban.
Kapolda Bengkulu Irjen Pol Mardiyono melalui Kabid Humas Polda Bengkulu Kombes Pol Andy Pramudya Wardana menegaskan bahwa institusi Polri berkomitmen menangani kasus ini secara profesional dan transparan.
Ia menekankan bahwa proses penyelidikan akan dilakukan tanpa keberpihakan dan sesuai ketentuan hukum.
“Polda Bengkulu akan mengusut tuntas insiden penembakan tersebut. Semua bukti dan fakta di lapangan akan digali untuk memastikan keadilan bagi semua pihak. Setiap perkembangan juga akan disampaikan secara terbuka,” ujar Kombes Pol Andy.
Polda juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak terpancing provokasi. Upaya persuasif, dialog terbuka, serta komunikasi intensif terus dilakukan untuk mencegah konflik melebar dan menimbulkan dampak sosial di wilayah tersebut.
“Kami berharap masyarakat tetap tenang dan tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi. Keamanan warga menjadi prioritas utama kami,” tambahnya.
Polda Bengkulu memastikan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, tokoh masyarakat, serta pihak terkait lainnya guna memulihkan situasi dan menjaga stabilitas di Bengkulu Selatan.
Penembakan Lima Petani di Pino Raya
Sebelumnya, pada Senin (24/11/2025) terjadi peristiwa tragis di Desa Kembang Seri, Kecamatan Pino Raya, Kabupaten Bengkulu Selatan. Lima warga yang berprofesi sebagai petani dilaporkan menjadi korban penembakan oleh oknum keamanan perusahaan perkebunan kelapa sawit.
Direktur Eksekutif Walhi Bengkulu, Dodi Faisal, mengungkapkan bahwa kejadian tersebut bermula saat perusahaan melakukan aktivitas doser di lahan yang menjadi sengketa.
Warga yang mencoba menghentikan aktivitas tersebut kemudian diduga ditembak oleh oknum keamanan perusahaan.
“Konflik agraria antara petani dan perusahaan sudah berlangsung lama. Saat warga mencoba menghentikan aktivitas pendoseran, terjadilah penembakan,” jelas Dodi dikutif dari BengkuluToday.com
Dari informasi yang diterima, lima korban tersebut bernama Linsurman, Susanto, Edi Hermanto, Suhardin, dan Buyung. Salah satu korban, Buyung, dilaporkan mengalami luka tembak di bagian dada. Warga juga disebut telah mengamankan senjata api yang diduga digunakan pelaku.
Kasat Reskrim Polres Bengkulu Selatan, Iptu Akhyar Anugerah, menyampaikan bahwa pihaknya sudah menuju lokasi kejadian untuk melakukan pengecekan langsung.
“Kami masih dalam perjalanan menuju TKP. Setahu kami, tidak ada personel kepolisian yang terlibat dalam pengamanan di lokasi tersebut,” ujarnya.
Polisi saat ini masih mengumpulkan keterangan dari berbagai pihak serta mencari bukti tambahan terkait insiden tersebut. (Ar1)






