BENGKULU UTARA – Manager Pabrik PT Sandabi Indah Lestari, Irfan Rambe menegaskan, pihaknya akan melakukan rolling terhadap oknum Satpam dan karyawan yang bermain antrian truk Tandan Buah Sawit (TBS) di lokasi pabrik.

Hal ini ditegaskannya saat gelaran mediasi bersama Pemerintah Desa Giri Mulya dan sejumlah perwakilan sopir di Aula Desa setempat, pada Senin (19/9/2022).

“Kami akan habisi pratik-praktik seperti itu. Akan kami rolling, sebut saja namanya disini,” tegas Irfan Rambe usai mendengarkan keluh kesah dari salah satu perwakilan sopir truk TBS.

Rambe memastikan, rolling yang dilakukan merupakan bentuk penyegaran guna menghindari polemik yang selama ini menjadi api dalam sekam di Pabrik PT SIL.

Rambe berdalih, jika dirinya baru mengetahui adanya praktik-praktik yang selama ini dimainkan oleh oknum-oknum karyawan perusahaan untuk mengeruk keuntungan pribadi.

Dihimpun dari berbagai sumber, terdapat beberapa kasta dalam antrian di lokasi Pabrik PT SIL.

Kelas VVIP dan truk Sirine dinisbatkan kepada kendaraan yang memiliki unsur kedekatan dengan oknum Satpam atau karyawan.

Jika tak memiliki cukup persyaratan, sejumlah supir harus merogoh kocek mulai 400 hingga 500 ribu rupiah sebagai pelicin agar muatan segera ditimbang.

Jika tidak, para supir harus menunggu tiga hari tiga malam dilokasi antrian.

Meski sejumlah sopir mengaku telah menyampaikan keluhan atas dugaan praktik-praktik liar tersebut.

Perusahaan Kelapa Sawit yang menggurita di Bumi Ratu Samban ini dinilai tak bergeming.

Perusahaan dinilai sejumlah pihak tak memiliki langkah kongrit guna mengantisipasi gejolak sebagai tangkal dini meletusnya polemik.

Meski masuk kedalam daftar perusahaan bonavit, namun pihak manajemen tak kuasa meninggikan dagu melawan sejumlah oknum karyawan yang bermain.

Pemortalan akses jalan menuju lokasi pabrik yang acapkali dilakukan para sopir, merupakan puncak kekesalan lantaran keluh kesah tak kunjung mendapatkan kejelasan.

BACA JUGA:  Anak Bawah Umur Terlibat Penganiayaan Anak Di Bengkulu Utara

Aksi-aksi yang selalu terulang, menumbuhkan stigma jika PT Sandabi Indah Lestari tak memiliki taji untuk menegakkan regulasi yang dibuat perusahaan itu sendiri.

Kepala Kepolisian Sektor Padang Jaya, IPTU Edi Purwanto menegaskan, pihaknya berharap polemik ini segera berakhir dengan jalan terbaik.

Polisi berharap aksi-aksi sepihak yang dilakukan warga dan supir truk dalam peutupan akses jalan menuju pabrik tidak terulang kembali.

“Kami objektif, sisi hukum yang melekat pada institusi kami akan kami tegakkan jika ada hal yang bersebrangan dengan hukum positif yang ada. Jika ada yang merasa dirugikan atas dugaan praktik yang dimaksud masukan laporan resmi kepada kami, kami akan tindaklanjuti,” tegas Kapolsek.

Senada, Kapolsek Giri Mulya, IPDA Freddy Simaremare mengungkapkan, pihaknya akan ikut memantau hasil mediasi yang telah disepakati oleh kedua belah pihak yang tengah berpolemik.

“Kita akan terus pantau. Ada kesepakatan yang harus sama-sama dipahami dan dijalankan. Kami tidak akan berpihak kemanapun, kami sebagai penengah,” tegas Freddy. (**)

Print Friendly, PDF & Email

Check Also

Tragedi Berdarah Stadion Kanjuruhan Urutan Kedua Dunia, Ini Kronologinya

JAWA TIMUR – Korban meninggal akibat kerusuhan suporter kala laga Arema FC melawan Persebaya masih …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Content is protected !!