Bengkulu Utara – Belakangan ini, media sosial dihebohkan oleh video berdurasi 15 detik yang menampilkan pencopotan baliho caleg DPR RI Eko Kurnia Ningsih di simpang SD MIN Desa Karang Anyar I Kota Argamakmur, Bengkulu Utara.
Namun, kini terungkap bahwa pencopotan baliho tersebut adalah hasil pemindahan yang dilakukan oleh pengurus partai dan tim keluarga.
Anton, seorang simpatisan dan anggota tim keluarga, menjelaskan dalam video yang beredar di media sosial bahwa pemindahan baliho itu dilakukan atas pertimbangan tertentu.
“Kami dari pihak keluarga sengaja menanggalkan baliho itu dan saat itu saya didampingi pengurus partai. Baliho itu saya pindahkan dan dipasang kembali di halaman rumah saya,” kata Anton dalam keterangannya pada 19 Oktober 2023.
Pemindahan baliho ini bertujuan untuk menghindari potensi gesekan atau kontroversi yang mungkin muncul jika baliho tersebut terus dipertahankan di lokasi semula.
“Sebelumnya baliho yang sudah terpasang itu dipersoalkan oleh salah satu media online. Makanya kami mengambil langkah untuk memindahkan baliho tersebut,” jelas Anton.
Anton juga mengakui bahwa langkah ini bisa saja menimbulkan pertanyaan dari pihak kedua yang awalnya memasang baliho tersebut.
Namun, dia menilai hal ini sebagai bentuk tanggung jawab pihak kedua dan mengapresiasi reaksi mereka.
“Itulah bentuk tanggung jawab pihak kedua, sangat kami hargai itu. Kami sudah koordinasikan persoalan ini dengan ketua tim dan ini hanya miskomunikasi saja,” ungkap Anton.
Sementara itu, Joko Prasetyo selaku pihak kedua mengkonfirmasi bahwa mereka telah menerima informasi resmi mengenai pemindahan baliho oleh simpatisan dan tim keluarga.
“Iya, kita sudah mendapatkan informasi bahwa baliho itu dipindahkan dan dipasang oleh simpatisan dan tim keluarga di rumah yang bersangkutan,” terang Joko.
Joko berharap agar hal semacam ini tidak terulang kembali di masa depan.
Sebagai pihak kedua, dia merasa bertanggung jawab atas pekerjaan yang telah diberikan dan kepercayaan yang diberikan kepada mereka.
“Pekerjaan yang diberikan kepada kami merupakan tanggung jawab kami. Kami harus berkomitmen dengan yang memberikan pekerjaan karena itu adalah amanah dan kepercayaan,” pungkas Joko. (AR1)






