BeritaLebong

Selamat Jalan Sang Inspirator: Haru Perpisahan Ketua PA Lebong, Adi Sufriadi

164
×

Selamat Jalan Sang Inspirator: Haru Perpisahan Ketua PA Lebong, Adi Sufriadi

Sebarkan artikel ini
Keluarga Besar Pengadilan Agama Lebong

Lebong – Di bawah langit biru yang cerah pada 9 Juli 2025, sebuah babak baru dimulai di Pengadilan Agama (PA) Kalianda Kelas 1B. Namun, di tempat lain di sudut hati para aparatur dan warga Lebong hari itu juga menjadi momen perpisahan yang penuh haru.

Sebab, sosok pemimpin yang sederhana, bijaksana, dan penuh dedikasi, Adi Sufriadi, S.H.I., resmi mengemban amanah baru sebagai Wakil Ketua PA Kalianda.

Tangis haru dan senyum bangga menyatu di antara para kolega yang melepas kepergian beliau dari Kabupaten Lebong. Tidak mudah memang melepas pemimpin yang begitu dicintai.

Namun semua memahami, inilah bagian dari perjalanan pengabdian panjang seorang abdi negara yang tak kenal lelah.

BACA JUGA:  Tawarkan Receiver ke Penampung Barang Bekas, Dua Remaja di Lebong Bakal Merayakan Idul Fitri di Penjara

Jejak Karier yang Penuh Makna

Mutasi Adi Sufriadi adalah bagian dari kebijakan rotasi nasional Mahkamah Agung, sebagaimana tertuang dalam Surat Dirjen Badilag Nomor 1205/DJA/KP4.1.3/V/2025.

Rotasi ini bukan sekadar pemindahan jabatan, tetapi bentuk pembinaan dan penyegaran organisasi demi terwujudnya lembaga peradilan yang lebih bersih, profesional, dan adaptif.

Meski berat hati meninggalkan Lebong terlebih setelah baru saja dikaruniai seorang putra, Adi Sufriadi tetap menunjukkan sikap teguh dan rela mengabdi. “Hati saya senang, tapi juga diliputi rasa bimbang,” tuturnya dengan jujur.

BACA JUGA:  KPU Lebong Temukan 752 Data Ganda Eksternal, 41 Orang Berikan Klarifikasi

“Namun, pada prinsipnya saya siap kapan pun dan di mana pun dibutuhkan,” lanjut pria kelahiran Sungai Liat, Bangka, 8 Desember 1982 itu.

Karier beliau pun bukan karier yang instan. Lulusan Fakultas Syariah IAIN Raden Fatah Palembang ini memulai langkah sebagai Calon Hakim di PA Sungai Liat.

BACA JUGA:  Selain Dipecat Dari Kepolisian AKBP Achiruddin Juga Menjadi Tersangka

Dari sana, beliau berpindah ke berbagai daerah seperti Tanjung Balai Karimun, Dataran Hunimoa, Pagar Alam, hingga dipercaya memimpin PA Mentok dan PA Lebong. Setiap tempat menjadi saksi dedikasi dan integritasnya.

Lebong dan Cinta yang Tertinggal

Di Lebong, Adi Sufriadi meninggalkan lebih dari sekadar prestasi ia meninggalkan teladan.

Di bawah kepemimpinannya, PA Lebong mencatat sejarah dengan menjadi satuan kerja yang mencapai 100% penggunaan aplikasi e-court, yakni sebuah langkah digitalisasi yang sangat membantu masyarakat pencari keadilan. Inisiatif ini pun menempatkan PA Lebong dalam jajaran satuan kerja terbaik versi Badilag.

BACA JUGA:  Bersama KPU dan Polres Lebong, SMSI Provinsi Bengkulu Gelar Sosialisasi Pemilu Damai 2024

Namun, bukan hanya capaian teknis yang membuat namanya begitu dikenang. Di mata para kolega dan bawahannya, Adi adalah sosok yang rendah hati, tidak pernah memaksakan kehendak, dan selalu membuka ruang diskusi.

Ia hadir sebagai seorang pemimpin, sekaligus sahabat dan pembimbing. Tidak banyak bicara, tetapi tindakannya berbicara lantang bahwa memimpin adalah melayani.

Salah satu petuahnya yang masih membekas, “Selalu berlaku jujur dan saling bekerja sama, karena tanpa itu, sebaik apa pun pimpinannya, tinggal tunggu masa kehancurannya.”

BACA JUGA:  Diduga Tak Paham Regulasi, Pjs Kades Garut Berhentikan Perangkat Desa Tanpa Rekomendasi Camat

Doa untuk Langkah Baru

Kini, tugas baru telah menanti di Lampung, tanah yang dikenal dengan julukan Sang Bumi Ruwai Jurai. Kota Kalianda menjadi medan pengabdian selanjutnya. Kami percaya, di sana pun Adi Sufriadi akan tetap menebar kebaikan, seperti yang selama ini beliau lakukan di Lebong.

Kepergianmu bukan akhir, Pak Adi, tapi awal dari babak yang lebih luas dalam pengabdian.

Jejak langkahmu akan selalu kami kenang sebagai cahaya dalam organisasi ini.

Selamat mengemban tugas baru, semoga Allah SWT selalu melindungi dan memberkahi setiap langkahmu.

Lepas dari jabatan, tidak lepas dari kenangan dan teladan.

Penulis: M Yanis Saputra, S.H.I., M.H