ArtikelBengkulu UtaraBerita

Kontroversial Anggaran “MaMi” di Setdakab BU, Tiga Pejabat Saling Lempar Tanggungjawab

5048
×

Kontroversial Anggaran “MaMi” di Setdakab BU, Tiga Pejabat Saling Lempar Tanggungjawab

Sebarkan artikel ini
Kantor Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara

BENGKULU UTARA – Kejadian menarik terjadi di lingkungan Sekretariat Kabupaten Bengkulu Utara (Setdakab BU), menyusul adanya kontroversi terkait penggunaan anggaran belanja Makan Minum (MaMi) tahun 2022. Peristiwa ini melibatkan tiga orang pejabat ASN di Pemkab BU yang secara saling “melempar bola” terkait pengelolaan anggaran dalam kegiatan makan minum tamu di Setdakab BU tahun sebelumnya.

Dari data yang didapat Media ini di lapangan, terlihat jelas upaya pejabat untuk menutup-nutupi keterlibatan mereka, namun hal ini dibantah oleh eks dan penanggungjawab belanja anggaran.

Kabag Umum Setdakab BU, Sugeng, menegaskan untuk menanyakan langsung kepada penanggungjawab anggaran saat itu guna mendapatkan fakta yang sebenarnya.

BACA JUGA:  Bersama Karyawan Perusahaan Agricinal Polisi Pukul Mundur Masyarakat, Ledakan Senjata Api Warnai Berntrokan

Namun, skenario pembelaan pun muncul atas dugaan penyimpangan dana kegiatan belanja Makan Minum di Setdakab BU tahun lalu.

PLT Kadis Koperasi dan UKM BU, Rimiwang Muksin, yang saat itu menjabat sebagai Kabag Umum Setdakab BU, juga memberikan pernyataan mengejutkan terkait tanggungjawabnya.

“Memang benar, saat itu saya masih menjabat sebagai Kabag Umum di Setdakab BU. Namun aplikasi fungsi anggaran, saya tidak bertanggungjawab secara keseluruhan,” ungkap Rimiwang.

Meskipun Muksin enggan memberikan rincian secara spesifik, ia menyatakan bahwa anggaran yang dikelola olehnya hanya untuk kegiatan skala kecil, seperti kebutuhan rumah tangga di sekretariat dan honorarium.

BACA JUGA:  Ini Daftar 10 Besar Nama Calon Anggota Komisioner KPU Provinsi Bengkulu

Namun, kontroversi semakin melebar ketika nama Kabag Keuangan Setdakab BU juga terseret dalam dugaan sengkarut belanja anggaran tersebut.

Kabag Keuangan Setdakab BU menyatakan bahwa tanggungjawab untuk belanja kegiatan skala besar berada di bawah bidang keuangannya, sementara mereka hanya bertanggungjawab untuk anggaran skala kecil.

Meskipun demikian, upaya untuk mendapatkan klarifikasi lebih lanjut dari Kabag Keuangan Setdakab BU terkendala, karena ia enggan memberikan komentar lebih lanjut dan menyarankan untuk menghubungi bagian umum yang lebih berwenang menangani permasalahan ini.

BACA JUGA:  Saksi Kunci Pembunuhan di Kragilan Alami Depresi Berat, Penyidik Kesulitan Ungkap Motif Sebenarnya

Kontroversial terkait anggaran Makan Minum di Setdakab BU tahun 2022 ini semakin menarik perhatian masyarakat.

Semua pihak menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap kebenaran di balik lemparan tanggungjawab antara tiga pejabat ASN tersebut. (AR1)