Pemasangan Rompi Satgas PMK Oleh Gubernur Bengkulu Kepada Anggota Satgas PMK di Bengkulu

BENGKULU – Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah mengatakan bahwa para peternak bisa mengusulkan bantuan jika hewan ternak mati karena Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Hal ini disampaikan Gubernur Rohidin saat membuka Bimtek Fasilitator Satgas Penanganan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), di Ballroom Mercure Hotel Bengkulu, Rabu (21/09). Tampak juga hadir dalam kesempatan ini Analis Kebijakan Ahli Madya BNPB Dito Pramono Susilo.

Rohidin menambahkan, melalui satgas dan tim terpadu PMK di Provinsi Bengkulu yang di dalamnya terhimpun jajaran TNI-Polri, BNPB, BPBD, Dinas Peternakan dan Keswan, Persatuan Dokter Hewan Indonesia (PDHI).

Para pengusaha peternakan serta pihak terkait lainnya, diharapkan penanganan kasus di lapangan dengan pendekatan kolaborasi dan sinergi semua elemen bisa terlaksana baik.

“Secara teknis tentu Dinas Peternakan dan Keswan Provinsi Bengkulu yang menangani dari sisi penyakitnya. Tapi karena ini sifatnya sudah menyebar, tentu memerlukan penanganan managerial secara menyeluruh. Maka sangat tepat adanya unsur-unsur lain terlibat,” jelas Gubernur

Lanjut Gubernur Bengkulu ke-10 itu, kepada peternak yang hewan ternaknya mati akibat PMK, bisa mengusulkan ganti rugi ataupun bantuan kepada pemerintah pusat melalui pemerintah di daerah.

“Jadi ini bisa diusulkan jika memang benar mati karena PMK dan diterima laporannya oleh Satgas PMK yang dikomandoi BNPB, tinggal lagi para peternak bersangkutan melengkapi dokumen yang dibutuhkan sebagai syarat pengusulan bantuan,” pungkas Gubernur

Sementara Kadis Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bengkulu Muhammad Syarkawi mengatakan, untuk mendapatkan bantuan terhadap ternak-ternak yang mati akibat PMK, peternak harus menyiapkan beberapa persyaratan, yaitu melampirkan surat keterangan dari dokter hewan atau pejabat otoritas peternakan setempat.

Kemudian menyiapkan KTP untuk membuat rekening bank yang akan dilakukan transfer bantuan jika memenuhi dan surat keterangan dari kades atau lurah setempat, yang menjelaskan bahwa ternak yang mati benar milik salah seorang peternak di wilayah itu. (Rlis/mc)

Print Friendly, PDF & Email
BACA JUGA:  Waspada Arus Mudik, Ditpamobvit Polda Banten Gelar Pengamanan di Gerbang Tol Serang Timur

Check Also

Tak Punya Biaya Untuk Berobat, Warga Sidomukti Merintih Kesakitan

BENGKULU UTARA – Tomi Hermawan (22) warga Desa Sidomukti, Kecamatan Padang Jaya, Kabupaten Bengkulu Utara, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Content is protected !!