“Pada hari kejadian sekitar pukul 12.00 WIB, bendahara barang menghubungi saya atas perintah Kasatpol PP untuk kembalikan kendaraan dinas. Tapi, kita minta hari senin saja karena ada notanya, dan lagi pula saya masih tugas disana,” ungkapnya.
Dia menegaskan, ketersinggungan pihaknya saat dirinya tidak berada di rumah, namun Kasatpol PP meminta sejumlah THLT datang kediamannya di Desa Sukau Datang I Kecamatan Tubei, mengangkut paksa di depan anak-anaknya yang berada di rumah.
“Lalu saya menyusul ke kantor, kamu kok suruh anak buah narik motor ke rumah, itu tidak ada etika. Kuncinya masih sama saya,” ujar Ratna saat meniru cekcok mulut saat kejadian.
Di lokasi, bukan malah meredamkan. Malah, Kasubag Perencanaan dan Keuangan itu mendapatkan ancaman akan dimutasi dari Kantor Satpol PP.
“Kelak kamu kulaporkan dan ku mutasikan kamu. Aku nih kasat,” ucapnya sembari meniru jawaban komandannya.
Setelah itu terjadinya cekcok mulut. dirinya juga membenarkan karena sudah naik pitam sempat menendang pintu yang mengakibatkan kayu dari plafon ruangan jatuh.
“Dia kasar aku dikasar juga. Lalu dia tarik, dan sikut kepala aku sampai menyentuh dinding,” ucapnya.
Ia juga mengaku, tidak pernah ingin membawa perkara itu ke APH. Akan tetapi, karena bosnya melapor Ke Polsek Lebong Atas dan menurunkan anggota polisi saat kejadian, maka dirinya juga melapor balik ke Polres Lebong.
“Dia juga melapor perusakan barang di Polsek Lebong Atas atas kerusakan barang. Karena dia melapor, saya datangi langsung ke Polsek Lebong Atas untuk klarifikasi. Saya merasa terancam, karena dia orangnya nekat. Mulai dari kendaraan di rumah saya saja ditarik, di depan umum saja dilawan,” tutupnya.
Sementara itu, Kepala Satpol PP Lebong, Andrian Arisetiawan saat dikonfirmasi sebelumnya malah belum menjawab respon wartawan.
Terpisah, Kapolres Lebong, AKBP Awilzan melalui Kasat Reskrim, Iptu Alexander disampaikan Kanit Pidum, Aiptu Sada Arihta Ginting saat dikonfirmasi membenarkan peristiwa tersebut.
“Kita terima laporan secara resmi pada Sabtu (12/11) pukul 14.00 WIB,” singkat Ginting, Sabtu (19/11) siang. (**)






