BeritaHukum & KriminalLebong

Jika Dalam Waktu Dekat Perkara Tak Selesai Kasus Bakal Ditarik Ke Polda Bengkulu

234
×

Jika Dalam Waktu Dekat Perkara Tak Selesai Kasus Bakal Ditarik Ke Polda Bengkulu

Sebarkan artikel ini
Kuasa Hukum Pelapor Dwi Agung Joko Purwibowo

LEBONG – Sikapi hasil gelar perkara atas laporan warga Suka Datang I, Ratna Sari, kuasa hukum pelapor Dwi Agung Joko Purwibowo angkat bicara. Yang mana laporan kliennya itu adalah pengancaman dan diganti oleh pihak kepolisian menjadi penganiayaan ringan.

Kepada wartawan, ia mengaku, bahwa pasal yang disangkakan pelapor tidak sesuai dengan isi laporan kliennya. Sebab, kliennya melaporkan dugaan pengancaman dengan kekerasan bukan penganiayaan ringan.

Hal itu sejalan dengan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) yang diterima kliennya pada 19 Desember 2022 lalu.

“Telah disampaikan kepada pelapor terjadinya dugaan tindak pidana pengancaman dengan kekerasan Pasal 368 ayat 1 KUHPidana. Sehingga terhadap perubahan atau bergantinya Pasal yang dipersangkakan menjadi Pasal 352 KUHPidana, ya bisa dikatakan wewenang penyidik,” ucapnya, Jumat (6/1) sore.

BACA JUGA:  Maling Kambing dan Getah Karet, Warga Lubuk Linggau Diamankan Polisi RL

Dia menghormati pergantian pasal sebagaimana dilakukan penyidik Satreskrim Polres Lebong.

Namun, ia mengingatkan, jika laporan tidak jauh dari substansi tindak pidana yang dilaporkan.

“Bahwa kami melapor atas dugaan Pengancaman bukan penganiayaan,” pungkasnya.

Ia berharap, status perkara ini segera ditentukan dalam waktu dekat ini. Jika tidak, ia akan segera mencabut laporan dan akan menyeret laporan kliennya ke jenjang lebih tinggi (Polda Bengkulu).

BACA JUGA:  Pelaku Penganiayaan Didepan Karaoke Ratu Sialang Kota Manna Dijerat Polisi Dengan UU Darurat

“Saya harap perkara ini dapat berjalan lancar dan fokus terhadap subtansi laporan, dengan catatan masih didukung fakta-fakta dan barang bukti yg telah disajikan. Karena subtansi laporan adalah “Pasal 368 KUHP yang lazim disebut “pemerasan” menggunakan “kekerasan atau ancaman kekerasan” dan atau pihak penyidik dapat menambahkan Pasal 369 KUHP yang lazim disebut sebagai “pengancaman” menggunakan cara pencemaran baik lisan maupun tertulis,” tuturnya.

Sebelumnya, pihak kepolisian memproses perkara ini atas dasar laporan warga Suka Datang I, Ratna Sari.

Dia melaporkan pejabat aktif Pemkab Lebong, Andrian Arisetiawan atas dugaan pengancaman dan kekerasan yang dialami oleh dirinya.

BACA JUGA:  Catatan Polisi Selama Ops Ketupat Kamtibmas Bengkulu Aman Terkendali

Pelaporan itu sebagaimana Laporan Polisi Nomor: LP/B/442/XI/2022/SPKT.Sat Reskrim/Polres Lebong/Polda Bengkulu tertanggal 12 November 2022.

Kapolres Lebong, AKBP Awilzan melalui Kasat Reskrim IPTU Alexander mengatakan, satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Kepolisian Resor (Polres) Lebong, memastikan terlapor Kasatpol PP Lebong, Andrian Arisetiawan bakal disangkakan dengan pasal penganiayaan ringan.

Hal itu berdasarkan hasil gelar perkara awal yang digelar Satreskrim Polres Lebong belum lama ini.

“Kita sudah lakukan gelar perkara awal. Pasalnya kita ganti. Terlapor dijerat Pasal 352 KUHP tentang Penganiayaan Ringan,” ucap kepada sejumlah awak media, pada Kamis (5/1).

BACA JUGA:  Dibantu Warga, Polsek Muara Bangkahulu Berhasil Amankan 3 Tersangka Curat

Dia menjelaskan, mengenai pergantian pasal dalam perkara itu mutlak hasil gelar perkara awal internal Satreskrim dari Pasal 368 ayat (1) tentang pengancaman dengan kekerasan diganti dengan Pasal 352 KUHP tentang Penganiayaan Ringan.

“Kita jerat pasal 352 KUHP tentang Penganiayaan Ringan. Sedangkan, Pasal 368 tentang Pengancaman Dengan Kekerasan diganti karena tidak memenuhi,” pungkasnya. (**)