Selama masa kuliahnya di fakultas Ahwulul Syaksiyah (hukum Islam), Titi Firda Kusni juga terlibat aktif dalam kegiatan organisasi kampus, terutama dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII).
Di samping itu, ia juga terlibat dalam organisasi Banser Nadhlatul Ulama dan Fatayat Nadhlatul Ulama, di mana perannya sebagai sekretaris di organisasi Fatayat NU telah memberikan dampak positif.
Prestasinya tidak berhenti sampai disitu saj. Setelah menyelesaikan studinya, Titi Firda Kusni melanjutkan perannya dalam kepemimpinan organisasi.
Ia telah menjabat sebagai ketua PC Fatayat NU Kabupaten Kaur hingga tahun 2022.
Tahun 2023 menjadi tonggak penting dalam perjalanannya, di mana ia mendapatkan amanah sebagai ketua I Fatayat NU dalam persiapan bergabung dengan Muslimat NU.
Titi Firda Kusni juga terlibat dalam Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) Kabupaten Kaur sebagai ketua I sejak tahun 2018 hingga saat ini.
Jejak pengabdian di bidang pengawasan pemilihan umum dimulai saat ia diberi tanggung jawab sebagai koordinator Jaringan Pemantau Pemilu Untuk Rakyat (JPPR) Kabupaten Kaur.
Perjalanan panjangnya di dunia pengawasan pemilu juga mencakup perannya dalam Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Kabupaten Kaur dari tahun 2012 hingga 2016.
Ia juga menjadi bagian dari Panitia Pengawas Pemilihan Umum Kecamatan pada pemilihan Kepala Daerah Kecamatan Tanjung Kemuning tahun 2020.
Pada tahun 2023, Titi Firda Kusni ditugaskan sebagai kepala sekretariat Panitia Pemungutan Suara (PPS) Desa Padang Leban.
Sebagai bagian dari keluarga besar NU Bengkulu, Titi Firda Kusni telah mengembangkan sayap organisasi dan berkontribusi dalam membesarkan Banom NU di Kabupaten Kaur.





