Example floating

Example floating
BantenBerita

Empat Hari Dirawat, Pelaku Pembunuhan di Kragilan Dijebloskan Ke Sel Tahanan

195
×

Empat Hari Dirawat, Pelaku Pembunuhan di Kragilan Dijebloskan Ke Sel Tahanan

Sebarkan artikel ini

BANTEN, TIRTAPOS.com – Setelah 4 hari menjalani perawatan sejak Jumat (08/04) lalu, kondisi SA (44) pelaku pembunuhan berangsur membaik, apalagi pasca operasi terhadap luka pada pergelangan tangan kirinya pada Sabtu (09/04) lalu.

Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Shinto Silitonga menyikapi progres kesehatan pelaku yang terus membaik, penyidik Satreskrim Polres Serang telah berkoordinasi dengan dokter di RSUD Drajat Prawiranegara dan membawa pelaku ke rumah tahanan Polres Serang pada Senin (11/04) sekitar pukul 17.00 WIB.

Baca JugaSeorang Suami Di Banten Tega Menghabisi Istri dan Anak, Satu Anak Lolos Dari Maut

“Penyidik telah meminta keterangan awal kepada SA dengan status sebagai tersangka, pemeriksaan awal selama sekitar 1 jam belum berjalan optimal karena kondisi psikis tersangka belum normal sehingga pemeriksaan dihentikan sementara,” ujar Shinto Silitonga.

Shinto menyampaikan bahwa hari ini sesuai jadwal, penyidik memfasilitasi psikiater dari Biro SDM Polda Banten untuk melakukan terapi psikologi terhadap tersangka.

Baca JugaHasil Otopsi Buka Tabir Kematian Ibu dan Anak di Kragilan

“Sesuai dengan hak tersangka dalam hukum acara pidana, penyidik telah meminta pendampingan dari penasehat hukum yang ditunjuk dari kantor Lawyer Sri Murtini, SH untuk mendampingi tersangka dalam proses penyidikan hingga ke penuntutan dan persidangan,” kata Shinto Silitonga.

Baca JugaSaksi Kunci Pembunuhan di Kragilan Alami Depresi Berat, Penyidik Kesulitan Ungkap Motif Sebenarnya

Terhadap IH (15) sudah dilakukan pemeriksaan, IH dapat menjelaskan dengan baik kronologis peristiwa pada Jumat (08/04) dinihari namun belum dapat menggambarkan tentang motif terjadinya pembunuhan.

“Penyidik menerapkan persangkaan sesuai Pasal 44 ayat (3) UU No. 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (PKDRT) dengan ancaman pidana 15 tahun penjara atau denda Rp45 juta dilapis dengan Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan,” jelas Shinto Silitonga. (Red)

Simak Juga Artikel Lainnya di
BACA JUGA:  Dukung Ketahanan Pangan dan Pengendalian Stunting Pangdam II Sriwijaya Mayjen TNI Yanuar Adil Dijadwalkan Berkunjung ke Bengkulu Utara