Ketidakjelasan ini telah menimbulkan kekhawatiran di kalangan pensiunan PDAM Tirta Ratu Samban Bengkulu Utara, yang merasa hak-hak mereka sebagai mantan pekerja perusahaan tersebut terancam.
Tanda-tanda Penyimpangan Anggaran
Pemeriksaan yang dilakukan oleh kepolisian Polres Bengkulu Utara terhadap manajemen PDAM menjadi sorotan tersendiri. Namun, salah satu pensiunan tersebut enggan memberikan komentar lebih lanjut terkait pemeriksaan tersebut.
Meskipun begitu, dia juga menyampaikan pertanyaan yang relevan, yaitu mengapa manajemen PDAM terlihat bermewah-mewah, seperti mengadakan pelatihan di salah satu hotel berbintang di Kota Bengkulu dan ada informasi tentang rencana Direktur PDAM untuk pergi ke Thailand.
Semua ini terasa aneh jika benar-benar PDAM menghadapi masalah keuangan yang serius.
Lebih lanjut dia menyatakan, bahwa pemeriksaan oleh pihak kepolisian adalah tindakan yang wajar. Pertanyaannya adalah, jika PDAM mengalami masalah finansial, mengapa manajemen terlihat merencanakan perjalanan ke luar negeri?
Hal ini mengundang tanda tanya besar terkait pengelolaan keuangan PDAM Tirta Ratu Samban itu sendiri, pungkasnya. (AR1)






