LEBONG, TIRTAPOS.com – Kasus dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang dilakukan SU (40), seorang warga Desa Kampung Dalam Kecamatan Lebong Utara, Kabupaten Lebong, Bengkulu, terhadap istrinya NN (37), berakhir damai.

Kapolres Lebong, AKBP Awilzan melalui Kasat Reskrim Polres Lebong, IPTU Alexander mengatakan, kedua pihak sudah saling memaafkan dan sepakat berdamai.

Mereka berdamai karena tak ingin keluarganya rusak dan anak-anak yang masih kecil menjadi korban. Sang istri pun mencabut laporannya.

“Sudah damai kok, laporannya juga sudah dicabut seminggu yang lalu,” kata Alex saat dihubungi Tirtapos.com, Jumat (4/03/2022) sore.

Sebelum laporan perkara KDRT itu dicabut, polisi telah menetapkan SU sebagai tersangka. Polisi menduga SU menganiaya korban hingga terluka.

“Pelaku sempat ditetapkan tersangka,” ungkapnya.

Alex menjelaskan, kasus KDRT bersifat delik aduan, sehingga proses hukum bisa dihentikan saat pelapor mencabut laporannya.

“Perkaranya itu termasuk delik aduan, jadi bisa dicabut oleh pelapor,” jelas Alex.

NN melaporkan suaminya, SU ke polisi atas dugaan KDRT yang terjadi pada 16 Februari 2022.

Sebelumnya, NN juga telah melakukan pengaduan ke Pengadilan Agama Lebong untuk melakukan perceraian terhadap suaminya.

Setelah dilakukan persidangan oleh pengadilan agama yakni sidang pertama berjalan lancar, dan diagendakan kembali sidang lanjutan.

Hanya saja dalam persidangan ke dua, ketika hakim pengadilan agama lebong melakukan mediasi dan berhasil maka perceraianpun berujung dengan perdamaian antara keduabelah pihak.

Yang artinya dari dua tuntutan NN terhadap suaminya tersebut semua dibatalkan (Dicabut) karna ingin mempertahankan rumah tangganya kembali bersama suami. (**)

Check Also

Pendalaman Kasus Penganiayaan Berat Hingga Meninggal Dunia Berlanjut, Rekontruksi Bakal Digelar Di Polres

REJANG LEBONG, TIRTAPOS.com – Penyidik Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Rejang Lebong (RL) terus mendalami …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.