KOTA BENGKULU – Dua sekawan, AD (20) yang merupakan warga Kelurahan Surabaya dan AS (18) yang merupakan warga Kelurahan Tanah Patah Kota Bengkulu telah berhasil ditangkap oleh Tim Opsnal Polsek Kampung Melayu Kota Bengkulu. Keduanya merupakan pelaku kejahatan spesialis jambret yang sering menyerang para korban wanita di wilayah Kota Bengkulu.
Dari hasil penyelidikan yang dilakukan oleh pihak kepolisian, diketahui bahwa kedua pelaku telah melakukan aksinya di dua Tempat Kejadian Perkara (TKP) yang berbeda di Kota Bengkulu.
Menurut Kabag Ops Polresta Bengkulu, Kompol Jufri yang didampingi oleh Kapolsek Kampung Melayu AKP. Rahmat dalam konferensi pers pada Rabu, 12 April 2023 petang, kedua sekawan tersebut telah melakukan aksi jambret di dua TKP berbeda di Kota Bengkulu.
Korban pertama adalah seorang wanita muda bernama Meta Karima (25) yang merupakan warga Kelurahan Sumber Jaya Kampung Melayu Kota Bengkulu. Saat itu, korban sedang melintas di Jalan Simpang Kandis Depan Koramil Kecamatan Kampung Melayu Kota Bengkulu pada Sabtu, 23 Maret 2023 malam ketika pelaku mengambil satu unit handphone milik korban.
Sementara itu, korban kedua adalah Dwi Jayanti (29) yang merupakan warga Kelurahan Pinang Mas Kota Bengkulu. Kejadian tersebut terjadi pada Sabtu, 18 Maret 2023 di Jalan Pariwisata Depan Hotel Adeeva Pantai Panjang.
Saat itu, pelaku berhasil mengambil satu unit handphone milik korban saat korban sedang menunggu suaminya yang berada di dalam hotel sambil duduk di atas motor miliknya.
Menariknya, salah satu pelaku inisial AS yang merupakan spesialis jamret tersebut ditangkap pada hari ulang tahun yang ke 18 Tahun, ucap Kapolsek Kampung Melayu AKP Rahmat.
Mengetahui hal tersebut, Kapolsek Kampung Melayu bersama anggota sempat menyayikan selamat ulang tahun yang dipersembahkan kepada pelaku jamret.
Kedua pelaku yang berhasil ditangkap tersebut kini sedang dalam pemeriksaan lebih lanjut oleh pihak kepolisian untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Semoga dengan penangkapan ini, dapat mengurangi angka kriminalitas jambret di wilayah Kota Bengkulu, demikian AKP Rahmat. (Sap)






