Bengkulu UtaraBerita

Manager PT Agricinal: Pembakaran Pondok Warga di Lahan Eks HGU Hanya Spontanitas

1074
×

Manager PT Agricinal: Pembakaran Pondok Warga di Lahan Eks HGU Hanya Spontanitas

Sebarkan artikel ini
Manager PT Agricinal: Pembakaran Pondok Warga di Lahan Eks HGU Hanya Spontanitas
Manager PT Agricinal: Pembakaran Pondok Warga di Lahan Eks HGU Hanya Spontanitas

Bengkulu Utara – Manager legal umum PT Agricinal, Afriyadi mengakui pembakaran pondok warga Desa Sukamerindu Kecamatan Marga Sakti Sebelat Bengkulu Utara yang terjadi beberapa minggu lalu di luar Hak Guna Usaha (HGU) perusahan. Rabu (29/11/2023).

Dimana sebelumnya pihak perusahaan sudah memberikan teguran secara lisan maupun secara tertulis kepada warga penggarap lahan itu, pada (24/11).

“Kalau kejadian pembakaran itu memang ada, dan itu sudah terjadi,” kata dia.

Afriyadi menjelaskan, pembakaran pondok itu di atas lahan milik perusahaan yang sudah diganti rugi pada Tahun 2006, yang memang saat ini digarap oleh beberapa warga.

BACA JUGA:  Mewujudkan Keadilan, DPRD Bengkulu Utara Bahas Raperda Bantuan Hukum Bagi Masyarakat Miskin

‘Pembakaran pondok warga itu dilakukan secara spontanitas oleh keamanan perusahaan di lapangan, dan tidak ada perintah sama sekali dari manajemen perusahaan,” ujar Afriyadi.

Kendati demikian, Afriyadi mengakui, bahwa lahan yang digarap oleh warga desa penyangga itu merupakan lahan yang berada di luar Hak Guna Usaha (HGU) perusahaan.

BACA JUGA:  Geger !! Anak Sapi Bermulut Dua dan Tiga Mata Lahir Di Jawa Tengah

“Lahan yang digarap warga itu merupakan lahan diluar HGU dan lahan itu tidak berada dalam HGU sejak dahulu. Untuk lebih jelasnya silahkan konfirmasi ke Kades desa penyangga selaku pemegang wilayah,” ungkapnya.

BACA JUGA:  Dua Kali Berguling Di Jurang 5 Meter Pengendara Kijang Super Selamat

Sementara itu, salah satu warga Desa Suka Merindu, Jeri mengatakan jika memang lahan itu disebut pihak perusahaan sudah ada ganti ruginya. Mestinya pihak perusahaan dapat menunjukan bukti secara administrasi.

“Kami warga merasa belum ada ganti rugi lahan itu,” singkat Jeri.(AR1)