Bengkulu UtaraBerita

Polres BU dan SMSI Ikuti Dialog Kemerdekaan Pers dan Perlindungan Jurnalis

879
×

Polres BU dan SMSI Ikuti Dialog Kemerdekaan Pers dan Perlindungan Jurnalis

Sebarkan artikel ini
Polres BU dan SMSI Ikuti Dialog Kemerdekaan Pers dan Perlindungan Jurnalis
Polres BU dan SMSI Ikuti Dialog Kemerdekaan Pers dan Perlindungan Jurnalis

BENGKULU UTARA – Kepolisian Resort Bengkulu Utara, Polda Bengkulu, dan Serikat Media Siber Indonesia setempat,  ikuti dialog kemerdekaan pers dan perlindungan jurnalis, yang digelar Divisi Humas Mabes Polri, Rabu (31/5/2023).

Pada Dialog penguatan internal Polri, Kepolisian setempat mengandeng sejumlah organisasi media dan wartawan, salah satunya merupakan Serikat Media Siber Indonesia.

Secara Zoom Meeting, dengan dialog yang digelar ini diharapkan Mabes Polri mendapatkan informasi terkait kondisi kemerdekaan pers dan dan perlindungan terhadap jurnalis yang bertugas hingga pelosok wilayah Nusantara.

BACA JUGA:  Polres Bengkulu Utara Pantau Pasokan Minyak Goreng untuk Cegah Kelangkaan di Bulan Ramadhan

“Pers memainkan peran yang sangat strategis, menghadirkan informasi dan kritik terkait pembangunan. Pers harus berkeadilan menghadapi Pemilu,” kata Totok Suryanto, Anggota Dewan Pers, sebagai narasumber.

Selain pewarta, dialog ini digelar di Ruang Command Center Polres Bengkulu Utara ini diikuti Waka Polres Bengkulu Utara, Kabag Ops, Kasat Reskrim, Kasat Sabhara dan Humas Polres Bengkulu Utara.

“Lebih meningkatkan sinergitas antara Polri dan pers dan jurnalis. Agar kita mengetahui tugas dan tupoksinya masing-masing. Komunikasi kami dengan media disini terjalin dengan baik,” kata Waka Polres Bengkulu Utara Kompol Chusnul Qomar.

BACA JUGA:  Polres Bengkulu Utara Intensifkan Pengawasan Harga Sembako di Pasar Purwodadi

Terpisah, meski laporan tingkat kekerasan jurnalis meningkat diberbagai daerah, namun kondisi ini tak terjadi di Bumi Ratu Samban. Hal ini disampaikan Ketua SMSI Bengkulu Utara.

“Kadang berseberangan dengan pihak Polri disini, dan itu lumrah terjadi. Kalo tidak pernah, berarti dipertanyakan kinerja baik Polri maupun jurnalisnya,” kata Ismail.

BACA JUGA:  Door.. Door.. “Bastian” Buronan Kelas Kakap di Lebong Ditangkap Polisi

Ismail mengatakan, meski terkadang dinilai berseberangan, namun jurnalis dan pers di Bengkulu Utara mendapat kemerdekaan dengan baik. Hal ini tercermin baik saat keamanan saat peliputan, maupun setelah karya jurnalis dimuat pada situs perusahaan media.

“Tak ada ancaman, maupun tekanan dari pihak manapun. Polri dimana pun pasti menginginkan situasi kondusif. Tapi terkadang karya jurnalis dinilai mematik kacaunya kondusifitas tersebut. Tapi komunikasi dan kordinasi kami terjalin dengan baik,” imbuhnya.

BACA JUGA:  Kronologi Wanita Bercadar Terobos Istana Negara, Pas Pamres Ditodong Dengan Pistol

Pihaknya berharap, baik media dan jurnalis di Kabupaten Bengkulu Utara melaksanakan tugas dan fungsinya dengan baik, dengan mengedepankan kode etik selaras dengan regulasi Dewan Pers. **