BeritaLebong

Somasi Terkait Ketua BMA Lebong Bersifat Pribadi Bukan Lembaga

221
×

Somasi Terkait Ketua BMA Lebong Bersifat Pribadi Bukan Lembaga

Sebarkan artikel ini
Konferensi Pers BMA Terkait Somasi Yang Bersifat Pribadi.

LEBONG – Ketua Badan Musyawarah Adat (BMA) Kabupaten Lebong, Nerdi Aryanto Jalal melalui kuasa hukumnya, Dwi Agung Joko Purwibowo menggelar konferensi pers di Sekretariat BMA Kabupaten Lebong sekitar pukul 10.00 WIB, pada Selasa (04/10/2022).

Konferensi pers ini digelar terkait somasi yang disampaikan oleh Zetriansyah selaku Kuasa Hukum Badruzzaman belum lama ini.

Kepada media, ia menjelaskan, jika somasi tertuju tersebut bersifat pribadi bukan kelembagaan atau yerkait dengan BMA Kabupaten Lebong.

BACA JUGA:  Musrenbang RKPD Tahun 2024 Kabupaten Lebong, Kopli Minta Pemprov Perhatikan Lebong

Bahkan, menurut dia, saat ini dirinya belum menerima surat somasi tersebut secara resmi.

“Sebelum saya menjawab atas somasi, maka perlu saya sampaikan segala urusan yang menyangkut nama pribadi saya terkait surat menyurat wajib dialamatkan ke kediaman pribadi saya,” ujarnya Agung didampingi Nerdi Aryanto Jalal dan perwakilan dari Kesbangpol dengan tanggapan kepala dingin.

Ia juga menegaskan, Somasi yang dilayangkan pada tanggal 29 September 2022 dinilai keliru dan salah alamat.

Sebab, ia merasa tidak berkedudukan sebagai tergugat. Sehingga, pencantuman namanya secara pribadi dalam Somasi tersebut adalah keliru dan tidak relevan.

BACA JUGA:  Tiga Pelaku Eksploitasi Seksual Anak Bawah Umur Ditangkap Polisi

“Tidak perlu saya jawab dikarenakan merupakan suatu kewenangan kuasa hukum tergugat untuk menjawabnya, sehingga saya secara pribadi menilai somasi yang ditujukan kepada pribadi saya terlalu Tendesius dan Prematur,” tegasnya.

Lebih jauh, ia menyebutkan, larangan tidak menggunakan lambang dan menjalankan program BMA sifatnya bukan berkekuatan hukum tetap. Sebab, dalam amar putusan tidak disebutkan larangan tersebut.

Bahkan, ia mengaku, bahwa BMA Kabupaten Lebong dalam kepengurusannya telah mempunyai badan hukum dan didirikan dengan memenuhi persyaratan, yaitu akta pendirian yang dikeluarkan oleh notaris nomor 07 tertanggal 18 Februari 2022 yang memuat AD dan ART dan telah terdaftar dalam Surat Keterangan Keberadaan Organisasi Nomor: 220/02.1/Kesbangpol/ 2022 tertanggal 19 Februari 2022.

BACA JUGA:  Zetriansyah Warning Bupati Lebong, SK BMA Yang Lama Masih Berlaku Hingga 2023

“Bahwa perlu saya tegaskan kembali selain melakukan pencederaan terhadap Hak Konstitusional saya sebagai warga negara yang dijamin Undang Undang Dasar, maksud dan tujuan untuk menghalangi saya melakukan kegiatan BMA Kabupaten Lebong hal ini jelas bertentangan dengan Pasal 28C Ayat (2) UUD 1945

“Setiap orang berhak untuk memajukan dirinya dalam memperjuangkan haknya secara kolektif untuk membangun masyarakat, bangsa, dan negaranya”

Dan Pasal 28E Ayat (3) UUD 1945 ‘setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pendapat’,” pungkasnya. (**)

BACA JUGA:  Terlelap Tidur, Hp Di Samping Korban Raib Digondol Pencuri

BACA JUGA:  Menuju Masa Depan Gemilang: Muhammadiyah Kabupaten Lebong Gelar Musda Ke-5 Pemilihan Pimpinan Periode 2022-2027