ArtikelBeritaKaurKorupsi

Kejari Kaur Lakukan Penggeledahan di Rumah Mantan Kepala Desa dan Sekretaris Terkait Penyelewengan Dana Desa

10071
×

Kejari Kaur Lakukan Penggeledahan di Rumah Mantan Kepala Desa dan Sekretaris Terkait Penyelewengan Dana Desa

Sebarkan artikel ini
Kejari Kaur Lakukan Penggeledahan di Rumah Mantan Kepala Desa dan Sekretaris Terkait Penyelewengan Dana Desa
Kejari Kaur Lakukan Penggeledahan di Rumah Mantan Kepala Desa dan Sekretaris Terkait Penyelewengan Dana Desa

KAUR – Pada Kamis, 27 Juli 2023, Tim Kejaksaan Negeri Kaur melakukan penggeledahan di rumah mantan Kepala Desa Air Jelatang, Kecamatan Maje. Penggeledahan ini terkait dengan dugaan penyelewengan Dana Desa selama tahun 2018, 2019, dan 2020.

Beberapa dokumen terkait pembangunan infrastruktur seperti jalan rabat beton, lampu jalan, dan dokumen lainnya beberapa tahun sebelumnya berhasil diamankan dalam penggeledahan tersebut.

Kejari Kaur, M. Yunus, SH, MH, melalui Kasi Intelijen Carles Aprianto, SH, MH, menyatakan bahwa pihaknya berhasil mengamankan sejumlah dokumen terkait pembangunan Dana Desa selama tiga tahun terakhir, yaitu 2018, 2019, dan 2020.

BACA JUGA:  Tuntaskan Area Blank Spot, Bupati Kopli Ansori Launching Jaringan Internet di Desa Sebelat Ulu

Dokumen-dokumen ini akan segera diperiksa secara lebih mendalam untuk mengungkap kebenaran terkait dugaan penyalahgunaan dana desa.

Mantan Kepala Desa Air Jelatang, Amran Pete, mengungkapkan bahwa penggeledahan ini dilakukan untuk melengkapi dokumen terkait penggunaan Dana Desa selama masa jabatannya pada tahun 2018 hingga 2020.

Beberapa berkas yang diamankan antara lain Surat Pertanggungjawaban (SPJ) terkait pembangunan infrastruktur pada tiga tahun sebelumnya.

BACA JUGA:  Terlibat Judi Qiu Qiu Suami Kades Talang Rasau Dibebaskan Polisi

Tujuan dari penggeledahan ini adalah untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas penggunaan dana desa selama kepemimpinannya.

Tidak hanya rumah mantan Kepala Desa, penggeledahan juga dilakukan di rumah mantan Sekretaris Desa Air Jelatang, Zahwan Hanafi.

Pihak Kejaksaan Negeri Kaur menyita sejumlah dokumen terkait realisasi Dana Desa pada tahun anggaran 2018, 2019, dan 2020.

BACA JUGA:  Untuk Kepatuhan Regulasi Pembentukan BLUD, Pemkab BU Akan Segera Berkoordinasi Dengan Dirjen BLUD

Berdasarkan hasil penyelidikan sebelumnya, ditemukan bahwa oknum pemerintah desa di Desa Air Jelatang telah menyebabkan kerugian negara sebesar Rp137 juta.

Kerugian tersebut terkait beberapa temuan dalam pembangunan infrastruktur, seperti lampu jalan dan rabat beton, serta temuan-temuan lainnya.

BACA JUGA:  KPK Menetapkan Sekretaris Mahkamah Agung Hasbi Hasan sebagai Tersangka Korupsi

Proses pemeriksaan dokumen yang lebih mendalam diharapkan dapat mengungkap fakta-fakta yang lebih jelas mengenai penggunaan Dana Desa yang dikelola oleh pemerintah desa setempat. Semua pihak diharapkan dapat memberikan kerjasama penuh dalam proses hukum ini untuk mencari kebenaran yang objektif dan berkeadilan. (Irlis)