BeritaKaur

Mencuat Perekrutan Panwascam di Kabupaten Kaur Mencapai 35 Juta

322
×

Mencuat Perekrutan Panwascam di Kabupaten Kaur Mencapai 35 Juta

Sebarkan artikel ini
foto Ilustrasi Logo panwaslu

KAUR – Beredar kabar menyebutkan dalam proses perekrutan calon Panitia Pengawas Pemilihan Kecamatan (Panwascam) di lingkungan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kaur beberapa waktu lalu diwarnai bajet tinggi. Tidak tanggung-tanggung, ada pungutan kepada peserta seleksi mencapai Rp 35 juta lebih jika ingin lulus dan menjabat sebagai Panwascam.

Dugaan ini semakin menguat seiring banyaknya isu yang berkembang dilapangan. Kabar menyebar khususnya dari peserta yang telah menyerahkan sejumlah uang namun tidak lolos seleksi. Hal ini disebabkan kalah jumlah nominal yang diminta oleh oknum tertentu sebagai syarat lolos seleksi.

Mirisnya, akibat tingginya bajet tersebut, beberapa kecamatan didominasi oleh orang dari luar kecamatan yang menduduki jabatan sebagai Panwascam.

Seperti halnya, di Kecamatan Nasal, dua orang komisioner Panwascam adalah domisili di Kecamatan Maje. Begitu pula di beberapa kecamatan lainnya di wilayah Padang Guci yang diisi oleh orang luar kecamatan.

Namun sayang, banyaknya dugaan Pungutan Liar (Pungli) tersebut justru diam bak ditelan bumi. Tidak ada yang berani mengungkap secara hukum. Para korban pun memilih bungkam karena takut uang yang telah diserahkan tidak dikembalikan lagi.

Dugaan pungutan terhadap para peserta seleksi ini sudah menjadi rahasia umum dimasyarakat. Bahkan, ada yang telah menyerahkan uang sejak awal tahun 2022 lalu namun tidak lolos seleksi. Hal ini patut ditelusuri dan dilakukan investigasi lebih lanjut oleh aparat hukum.

Dugaan Pungli dalam proses seleksi calon Panwascam di Kabupaten Kaur ini sudah menyebar hingga ke level nasional. Akan tetapi, belum ada temuan atau laporan resmi dari para korban. Hal ini lebih disebabkan oleh rasa takut para peserta seleksi yang tidak mau menjadi sosok yang paling terkemuka dalam menyuarakan Pungli tersebut.

BACA JUGA:  Terungkap..!! Ternyata Ini Alasan Bupati Bengkulu Utara Ir H Mian Berang dan Buang Rambu Pembangunan Jalan

“Kami menduga adanya permainan Pungli dalam perekrutan calon Panwascam beberapa waktu lalu. Beberapa kecamatan didominasi oleh orang luar kecamatan yang lolos untuk menjabat sebagai komisioner Panwascam,” ungkap salah seorang warga Kecamatan Nasal, Suryadi M (43). (**)