Bengkulu UtaraBerita

Tak Transparan Soal Kelola Kebun Desa, Kades SukaMerindu Bengkulu Utara Patut Dipertanyakan

437
×

Tak Transparan Soal Kelola Kebun Desa, Kades SukaMerindu Bengkulu Utara Patut Dipertanyakan

Sebarkan artikel ini
Tak Transparan Soal Kelola Kebun Desa, Kades SukaMerindu Bengkulu Utara Patut Dipertanyakan
Tak Transparan Soal Kelola Kebun Desa, Kades SukaMerindu Bengkulu Utara Patut Dipertanyakan

Bengkulu Utara – Pengelolaan kebun desa yang dilakukan Pemerintah Desa (Pemdes) Sukamerindu, Kecamatan Marga Sakti Sebelat, Kabupaten Bengkulu Utara disebut warga setempat tidak ada transparan terhadap anggaran yang dikelola oleh Kepala Desa (Kades).

Pasalnya, pengelolaan kebun desa yang telah diserahkan pihak perusahaan untuk dikelola oleh desa penyangga yakni Desa Sukamerindu, selama dua tahun ini tidak diketahui kemana hasilnya.

‚ÄúAda dua kebun desa yang dikelola Pemerintah Desa Sukamerindu seluas 15 Hektar dari PT Puding Mas, dan seluas 15 Hektar dari PT Agricinal. Jadi ada 30 Hektar kebun desa yang dikelola Kades,‚ÄĚ kata Bustami. Rabu (29/11).

BACA JUGA:  Ditinggal Pemilik Gudang Bengkel Las Hangus Dilalap Api

Namun begitu, kata Bustami, hasil kebun desa yang dikelola oleh Kepala Desa Sukamerindu tidak transparan kepada warga. Menurutnya kebun desa dari PT Puding Mas, sudah dua tahun tidak ada laporan berapa hasil yang masuk ke kas desa.

‚ÄúSudah berlangsung sejak dua tahun ini tidak pernah dibahas dalam musyawarah desa berapa penghasilan kebun desa yang masuk ke dalam kas desa. Hanya saja pada Tahun 2020 disampaikan Kades kepada warga, saat itu sebesar Rp 300 juta dalam satu tahun,‚ÄĚ ujarnya.

BACA JUGA:  Sambut Kedatangan Presiden Jokowi, Seorang Pria Di Bengkulu Utara Buat Video Parodi Sentil Kerusakan Jalan

Bustami menjelaskan, seingat dirinya hasil sebesar Rp 300 juta dalam satu tahun itu berasal dari kebun desa dari PT Puding Mas. Saat itu, sebesar RP 100 juta diberikan kepada warga, dan masing-masing kepala keluarga menerima sebesar Rp 400 ribu.

‚ÄúSisa dari hasil pembagian ke masyarakat kami tidak tahu dan tidak diberikan penjelasan sama sekali oleh kepala desa. Apalagi diungkap dalam musyawarah di tingkat desa,‚ÄĚ sesalnya.

BACA JUGA:  Membangun Sinergi dan Solidaritas, Polres Bengkulu Utara Gelar Bukber Bersama Awak Media

Selain itu, lanjut Bustami, untuk pengelolaan kebun desa dari PT Agricinal pun tidak diketahui kemana hasil pengelolaan yang dilakukan oleh Kades. Ia berharap persoalan ini agar menjadi atensi stakeholder yang ada di Kabupaten Bengkulu Utara.

‚ÄúKami minta aparat penegak hukum untuk melirik persoalan ini, jangan sampai hasil kebun desa dijadikan ladang untuk memperkaya diri oleh Kades. Dengan tidak transparan kepada kami sebagai warga dalam mengelola keuangan kebun desa,‚ÄĚ paparnya.

BACA JUGA:  Korupsi Dana Desa Tahun 2021, Kepala Desa Kota Lekat Bengkulu Utara Ditetapkan Tersangka

Sementara itu, Kepala Desa Sukamerindu, Yusiran dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, enggan memberikan hak jawabnya. (812)