AdvertorialBengkulu UtaraBerita

GARDU PENANGKIS Milik Kabupaten Bengkulu Utara Mendapat Apresiasi Guangzhou International Award, Kini Siapkan Rupelinda 2.0 Berbasis AI

3
×

GARDU PENANGKIS Milik Kabupaten Bengkulu Utara Mendapat Apresiasi Guangzhou International Award, Kini Siapkan Rupelinda 2.0 Berbasis AI

Sebarkan artikel ini
Bimtik Penginputan Indeks Inovasi Daerah Kabupaten Bengkulu Utara

Bengkulu Utara – Inovasi penanggulangan kemiskinan yang dikembangkan Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara kembali mendapat perhatian di tingkat internasional. GARDU PENANGKIS (Gerakan Terpadu Pengentasan Kemiskinan untuk Pemberdayaan Ekonomi Lokal) memperoleh apresiasi dari Guangzhou International Award for Urban Innovation, ajang internasional yang menyoroti berbagai praktik inovasi dalam pembangunan daerah dan perkotaan. Jumat, 14 Agustus 2026

Apresiasi tersebut disampaikan melalui Feedback on Submission for the 7th Guangzhou International Award for Urban Innovation yang diterima Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara.

Pada penyelenggaraan Guangzhou Award ke-7, tercatat sebanyak 381 inovasi dari 248 kota di 60 negara ikut berkompetisi. Tingginya jumlah peserta tersebut menunjukkan ketatnya persaingan sekaligus luasnya cakupan inovasi yang dinilai dalam ajang internasional tersebut.

Meski Gardu Penangkis belum berhasil masuk daftar shortlist, Technical Committee Guangzhou Award memberikan catatan positif terhadap inovasi yang diusung Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara itu.

BACA JUGA:  Polres Bengkulu Utara Pantau Pasokan Minyak Goreng untuk Cegah Kelangkaan di Bulan Ramadhan

Dalam umpan baliknya, tim penilai mengapresiasi sejumlah aspek Gardu Penangkis, terutama dampaknya terhadap upaya pengentasan kemiskinan, penerapan transformasi digital yang dinilai efisien dari sisi biaya, serta potensi replikasi inovasi tersebut di daerah lain.

Salah satu bukti keberlanjutan inovasi tersebut terlihat dari replikasinya di Kabupaten Seluma. Hal ini menjadi salah satu poin yang mendapat perhatian dari Technical Committee Guangzhou Award.

Jadi Bahan Evaluasi untuk Perkuat Inovasi Daerah

Bagi Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara, apresiasi internasional tersebut tidak semata-mata dipandang sebagai pencapaian, tetapi juga menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat ekosistem inovasi pemerintahan.

Kepala Bapperida Kabupaten Bengkulu Utara, Dr. M. Dodi Hardinata, S.Sos, M.Si mengatakan masukan dari Guangzhou Award menjadi perspektif penting bagi pemerintah daerah untuk melihat kembali bagaimana sebuah inovasi dibangun dan dipertahankan.

BACA JUGA:  Prestasi Gemilang Timnas Basket Putri Indonesia Berhasil Raih Emas SEA Games 2023

Menurut Dodi, keberhasilan sebuah inovasi tidak hanya ditentukan oleh ide atau program yang dihasilkan.

Lebih dari itu, diperlukan sistem yang mampu menjaga pengetahuan, memastikan aparatur dapat beradaptasi, serta menjamin keberlanjutan inovasi meskipun terjadi perubahan personel.

“Feedback ini justru sangat berharga. Kita mendapatkan perspektif dari luar bahwa inovasi kita memiliki kekuatan, tetapi masih ada ruang untuk memperkuat how-nya, bagaimana inovasi itu dibangun, bagaimana aparatur beradaptasi, bagaimana pengetahuan dijaga, dan bagaimana sistem dapat terus berjalan ketika terjadi pergantian personel,” ujar Dodi.

Bapperida Bengkulu Utara Siapkan Rupelinda 2.0 Berbasis AI

Berangkat dari evaluasi tersebut, Bapperida Bengkulu Utara kini menyiapkan Rupelinda 2.0 sebagai pengembangan platform digital untuk memperkuat tata kelola inovasi daerah.

BACA JUGA:  Kecelakaan Lalu Lintas di Desa Samban Jaya, Satu Unit Dump Truk Timpa Rumah Warga

Rupelinda 2.0 dirancang sebagai smart counseling center berbasis microsite yang nantinya didukung teknologi Artificial Intelligence (AI).

Salah satu konsep utama yang dikembangkan adalah menjadikan Rupelinda 2.0 sebagai organizational memory atau memori organisasi.

Konsep ini dinilai penting karena pengetahuan mengenai inovasi pemerintahan berpotensi hanya tersimpan pada individu aparatur yang terlibat langsung dalam suatu program. Ketika terjadi mutasi, rotasi, atau pergantian pegawai, pengetahuan tersebut berisiko tidak terdokumentasi dengan baik.

Melalui Rupelinda 2.0 nantinya lanjut, Dodi, pengetahuan dan pengalaman terkait inovasi diharapkan dapat terdokumentasi secara sistematis sehingga tetap dapat dimanfaatkan oleh aparatur lainnya.

Dengan demikian, inovasi ini tidak berhenti ketika terjadi pergantian personel, tetapi dapat terus dikembangkan bahkan dapat disempurnakan.

BACA JUGA:  Bupati BU Sambut Kedatangan Mahasiswa Universitas Bengkulu di Halaman Pemkab

GARDU PENANGKIS dan Rupelinda 2.0 Punya Semangat yang Sama

Dodi menjelaskan, Gardu Penangkis dan Rupelinda 2.0 memang memiliki fungsi yang berbeda. Gardu Penangkis berfokus pada upaya pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan ekonomi lokal, sedangkan Rupelinda 2.0 diarahkan untuk memperkuat tata kelola inovasi.

Namun, keduanya memiliki tujuan yang sama, yakni memanfaatkan inovasi dan teknologi untuk menyelesaikan persoalan pemerintahan secara lebih efektif serta berkelanjutan.

“Penghargaan bukan tujuan akhir. Yang paling penting adalah bagaimana inovasi terus memberikan manfaat, direplikasi, dikembangkan, dan menjadi bagian dari tata kelola pemerintahan. Rupelinda 2.0 adalah salah satu langkah kita untuk membangun ekosistem itu,” tegasnya.

BACA JUGA:  DPRD Bengkulu Utara Tekankan RKPD 2027 Harus Tepat Sasaran dan Berdampak Nyata

Apresiasi dari Guangzhou Award akhirnya menjadi lebih dari sekadar catatan prestasi bagi Kabupaten Bengkulu Utara. Masukan dari ajang internasional tersebut menjadi momentum untuk melakukan evaluasi, memperkuat sistem inovasi hingga menyiapkan terobosan baru.

Hadirnya Rupelinda 2.0 berbasis AI ini, Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara berupaya memastikan inovasi daerah tidak hanya lahir sebagai sebuah program, tetapi juga memiliki sistem pengetahuan dan tata kelola yang mampu menjaga keberlanjutannya dalam jangka panjang. (Rd/Adv)