BALIBerita UtamaNasional

Dihadapan Pemimpin Negara G20 Presiden RI Joko Widodo Dengan Bangga Menyebut Indonesia Sebagai Negara Maritim

392
×

Dihadapan Pemimpin Negara G20 Presiden RI Joko Widodo Dengan Bangga Menyebut Indonesia Sebagai Negara Maritim

Sebarkan artikel ini
Momen Makan Siang Presiden Joko Widodo Bersama Pemimpin Negara Sahabat. Foto Istimewa

BALI – Dalam acara menjamu makan siang pemimpin G20 di Nusa Dua Bali. Presiden RI Joko Widodo di hadapan para pemimpin negara G20 dan tamu undangan dengan bangga menyebut Indonesia sebagai negara Maritim. Rabu (16/11/2022)

Tampak turut bersama Presiden, antara lain, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Organisation for Economic Cooperation and Development (OECD) Mathias Cormann dan Managing Director International Monetary Fund (IMF) Kristalina Georgieva.

Setiba di lokasi, Presiden terlihat berbincang-bincang bersama para pemimpin lainnya, antara lain, Perdana Menteri (PM) Arab Saudi Mohammed bin Salman, Presiden Persatuan Emirat Arab (PEA) Mohamed Bin Zayed Al Nahyan, Sekjen Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres, Kanselir Jerman Olaf Scholz, dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.

BACA JUGA:  Dipimpin Kopli Ansori Kabupaten Lebong Raih "Digital Government Award SPBE Summit 2024" Yang Diserahkan Langsung Oleh Presiden Joko Widodo

“Selamat datang pada sesi jamuan makan siang,” ucap Presiden Jokowi kepada para delegasi yang hadir.

Presiden Joko Widodo menyebut tema untuk KTT “Recover Together, Recover Stronger” yang mengesampingkan perbedaan kita dan bersatu dalam damai.

Mengajak para pemimpin untuk mengambil kesempatan ini untuk melakukan berbagai cara untuk mengakhiri semua konflik yang sedang melanda dunia.

BACA JUGA:  Selain Membuang Pasangan Sejoli Kesungai, Oknum Tentara Ini Pernah Melakukan Hal Keji Lainnya

Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa paradigma dan semangat kolaborasi sangat dibutuhkan untuk menyelamatkan dunia.

Dunia sedang mengalami tantangan yang luar biasa akibat berbagai krisis, mulai dari pandemi Covid-19, rivalitas yang menajam, hingga perang yang terjadi.