ArtikelBengkulu SelatanBeritaPeristiwa

Remaja Asal Kabupaten Kaur Ditemukan Meninggal Dunia Di Dalam Kamar Kosan

1396
×

Remaja Asal Kabupaten Kaur Ditemukan Meninggal Dunia Di Dalam Kamar Kosan

Sebarkan artikel ini
Remaja Asal Kabupaten Kaur Ditemukan Meninggal Dunia Di Dalam Kamar Kosan
Remaja Asal Kabupaten Kaur Ditemukan Meninggal Dunia Di Dalam Kamar Kosan

Bengkulu Selatan – Pada Rabu, 9 Agustus 2023, pukul 15.00 WIB, kehebohan terjadi di Kota Manna, Kabupaten Bengkulu Selatan. Masyarakat khususnya warga RT 06 Kelurahan Pasar Mulia, Kecamatan Pasar Manna, dikejutkan dengan penemuan jenazah seorang remaja yang terbaring di dalam kamar kosan. Remaja malang ini dikenal sebagai Fadrian alias Rian, berusia 16 tahun, dan merupakan salah satu warga Desa Perigi, Kecamatan Luas, Kabupaten Kaur. Ia juga merupakan siswa di SMAN 2 BS.

Kejadian ini langsung mendapatkan respons dari Tim Inafis Polres BS dan Anggota Polsek Kota Manna. Mereka turun langsung ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan membentangkan garis polisi untuk melakukan investigasi lebih lanjut.

Kapolres BS, AKBP Florentus Situngkir, S.IK, melalui Kasat Reskrim Iptu Susilo SH MH, dalam keterangan tertulisnya menyebut, bahwa memang terjadi penemuan jenazah di dalam sebuah kamar kos-kosan di wilayah Kecamatan Pasar Manna.

BACA JUGA:  Petugas Damar Mogok Kerja, Kebakaran Terjadi Di Talang Ulu

Lebih lanjut Kasat Reskrim Iptu Susilo menjelaskan, bahwa Personil Polsek Kota Manna dan Sat Reskrim bersama Tim Inafis Polres Bengkulu Selatan Polda Bengkulu telah melakukan olah TKP.

Berdasarkan keterangan saksi-saksi dan hasil olah TKP oleh anggota Ident, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada mayat tersebut.

Saat ditemukan, jenazah Fadrian terbaring dalam posisi tidur terlentang di atas kasur dengan mulut mengeluarkan muntahan mie. Selain itu, ditemukan barang bukti berupa satu unit ponsel di sekitar tubuh korban.

BACA JUGA:  Polisi Ringkus Pelaku Persetubuhan Anak Kandung Hingga Melahirkan di Musi Rawas

Menurut keterangan saksi pertama, Wihardin, kejadian ini bermula saat ia hendak menjenguk Fadrian untuk mengambil Kartu Keluarga (KK) yang ditinggalkan oleh anak Wihardin.

Sekitar pukul 13.00 WIB, Wihardin datang ke kontrakan Fadrian dan mengetuk pintu, namun tidak ada jawaban.

Setelah berupaya menghubungi orang tua Fadrian dan mendapatkan izin, Wihardin akhirnya memutuskan untuk membuka pintu belakang rumah pada pukul 15.00 WIB.

Di dalam kamar, ia menemukan Fadrian sudah dalam keadaan meninggal dunia. Wihardin segera memberitahukan tetangga korban, Nia Nurhidayah, dan menghubungi orang tua Fadrian untuk memberikan kabar duka tersebut.

BACA JUGA:  Pasca Ledakan di PT MCCI Tim KBR Satbrimob Polda Banten Olah TKP

Meskipun telah dilakukan investigasi awal, penyebab pasti kematian korban belum dapat diketahui.

Keluarga korban telah membawa jenazah Fadrian ke rumah duka di Kaur dan menolak dilakukan Visum et Repertum. **