Bengkulu UtaraBerita

Tenggelam Didalam Hutan Desa Lebong Tandai Yang Terkenal Dengan Produksi Emas Terlupakan

266
×

Tenggelam Didalam Hutan Desa Lebong Tandai Yang Terkenal Dengan Produksi Emas Terlupakan

Sebarkan artikel ini
Desa Lebong Tandai Salah Satu Desa Penghasil Emas Tugu Monas Jakarta

Bengkulu Utara – Desa Lebong Tandai, sebuah kawasan yang terletak di Kecamatan Napal Putih, Kabupaten Bengkulu Utara (BU), menjadi fokus pembicaraan masyarakat setempat terkait infrastruktur, khususnya akses jalan.

Salah satu jalur utama menuju Desa Lebong Tandai adalah menggunakan motor lori ekspres (molek), yang tetap menjadi pilihan utama bagi penduduk lokal.

Meskipun ada juga jalan darat yang telah dibuka melalui program TMMD Kodim 0423/BU dan inisiatif terbaru dari Pemerintah Provinsi Bengkulu bersama Korem 041/Garuda Emas (Gamas) Bengkulu pada tahun 2023.

Meski demikian, meningkatnya infrastruktur, terutama akses jalan, masih menjadi kebutuhan mendesak bagi penduduk Desa Lebong Tandai. Meskipun jalan telah dibuka, musim hujan sering membuatnya sulit dilalui karena lumpur dan licin, menciptakan rasa ketidaknyamanan dan bahkan ketakutan bagi warga yang harus melintasinya.

BACA JUGA:  Wapres Ma'ruf Amin Hadiri Pengukuhan KDEKS Provinsi Bengkulu: Dorong Pengembangan Potensi Ekonomi Syariah dan Industri Halal

Hal ini menyebabkan Desa Lebong Tandai, yang dikenal sebagai “Batavia Kecil”, terasa tertinggal dibandingkan dengan desa-desa lain di Kabupaten BU.

Seorang warga asli Desa Lebong Tandai, Kirwan Hartoni menyuarakan keprihatinannya langsung pada Minggu, 4 Februari 2024, “Saya sangat prihatin dengan kondisi akses jalan di desa kelahiran saya. Sampai saat ini, desa kami masih terisolir dan tertinggal tanpa adanya perhatian dari pemerintah.”

Desa Lebong Tandai Kecamatan Napal Putih Kabupaten Bengkulu Utara

Hartoni mengakui bahwa pembukaan akses jalan saja tidaklah cukup jika tidak diikuti dengan pemeliharaan dan perbaikan berkelanjutan.

Dia berharap pemerintah, baik tingkat provinsi Bengkulu maupun pemerintah daerah Kabupaten BU, dapat memberikan lebih banyak perhatian kepada Desa Lebong Tandai.

BACA JUGA:  Dandim 0423 BU Lounching Program Unggulan Kodam II Sriwijaya "Dapur Masuk Sekolah"

“Jangan biarkan desa kami yang telah memberikan kontribusi berharga dalam sejarah dengan produksi emasnya, terlupakan dan tenggelam,” tambahnya.

Dengan lugasnya, Hartoni menegaskan, “Pembukaan akses jalan hanyalah awal. Desa kami, yang dulunya disebut Batavia Kecil karena produksi emasnya, harus mendapatkan perhatian lebih lanjut agar tidak terpinggirkan dan terlantar.”

Sebagai warga asli Desa Lebong Tandai, Hartoni berharap agar pemerintah, terutama pemerintah Kabupaten BU, dapat mengalokasikan anggaran untuk pembangunan di desa mereka.

BACA JUGA:  DTPHP BU Meningkatkan Efisiensi Pertanian Melalui Jalan Usaha Tani

“Kami membutuhkan perhatian pemerintah dalam bentuk alokasi anggaran yang lebih besar untuk memastikan Desa Lebong Tandai tidak tertinggal, terisolasi, atau terpinggirkan,” pungkasnya.

Dengan berbagai harapan dan keprihatinan ini, suara masyarakat Desa Lebong Tandai menjadi panggilan bagi pemerintah setempat untuk lebih memperhatikan infrastruktur dasar mereka, khususnya akses jalan, demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat setempat. (AR1)

BACA JUGA:  Kepala BKAD BU Lantik Muhammad Sahdam Romaini Sebagai Kepala Sub Bidang Aset BKAD Bengkulu Utara