Bengkulu UtaraBerita

Dinkes Lakukan Pendampingan Untuk Noprian, Anak Penderita Gizi Buruk di Bengkulu Utara

778
×

Dinkes Lakukan Pendampingan Untuk Noprian, Anak Penderita Gizi Buruk di Bengkulu Utara

Sebarkan artikel ini
Kepala Dinas Kesehatan Bengkulu Utara, Samsul Ma'arif
Kepala Dinas Kesehatan Bengkulu Utara, Samsul Ma'arif

BENGKULU UTARA – Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu, terus berupaya melakukan pendampingan terhadap Noprian (10), yang mengalami gejala gizi buruk pada Kamis (18/5/2023).

Kepala Dinas Kesehatan Bengkulu Utara, Samsul Ma’arif, menyatakan, “Pada hari Senin yang lalu, pasien ini telah menjalani kontrol di spesialis anak RSUD Arga Makmur, PKM Perumnas, dan ahli gizi Dinkes. Kami akan terus memantau dan memberikan pendampingan kepada anak tersebut.”

Selain memberikan pendampingan dalam hal medis, Samsul mengungkapkan bahwa petugas medis juga terus memantau kondisi Noprian dan bahkan menyumbangkan sebagian dari uang pribadinya untuk membantu pemenuhan gizi anak tersebut.

BACA JUGA:  Penyebab dan Pengobatan Maag, Kenali Faktor Pemicu dan Cara Mengatasinya

Selain memenuhi kebutuhan pokok, pihak Dinas Kesehatan juga mengklaim telah mengumpulkan dana secara swadaya untuk membantu keluarga Noprian.

Samsul menjelaskan, “PKM Perumnas telah melakukan inisiatif ini dengan mengumpulkan sumbangan untuk membeli telur dan bahan-bahan lainnya.”

Sementara itu, saat dikonfirmasi mengenai langkah-langkah yang diambil untuk mengatasi kondisi keluarga Noprian, Kepala Dinas Sosial Bengkulu Utara, Agus Sudrajat, hingga saat ini belum memberikan tanggapan.

BACA JUGA:  Penyelundupan Sabu Melalui Lubang Anus Berhasil Ditangkap Polisi

Diketahui, Noprian El Yunus (10) adalah seorang anak yang berasal dari keluarga miskin di Kota Arga Makmur. Kondisi memprihatinkan yang dialami oleh Noprian, anak dari Sopian dan Elimarni, ini telah terjadi sejak usia enam tahun.

BACA JUGA:  Penyidik Telusuri Isi Percakapan di Ponsel Pejabat Dinas Kesehatan Bengkulu Utara

Berdasarkan pengakuan orangtuanya, Noprian awalnya tumbuh secara normal seperti anak-anak pada umumnya. Namun, ketika duduk di kelas satu Sekolah Dasar, putranya sering mengalami demam, dan akhirnya Noprian tidak dapat melanjutkan sekolahnya. (Ismail Yugo)